
Di Balik Meja Kayu Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Banyumas. Penandatanganan yang Menjadi Sebuah Langkah Besar untuk Lingkungan Baru Saja Disepakati. (Foto : Dok Reza Dwi Zulfikri)
NEWSBMSTV-Purwokerto. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Imam Ahfas S. Pd, M. Pd, usai Rapat Paripuna persetujuan bersama antara Bupati dan DPRD, menyampaikan kabar segar mengenai arah baru pengelolaan limbah di daerahnya. Fokus utama kali ini adalah memperkuat “Napas” PT Banyumas Investama Jaya (BIJ) melalui Raperda penyertaan modal.
Sinergi Modal dan Teknologi
Persoalan sampah di Banyumas kini tidak lagi hanya dipandang sebagai beban, melainkan potensi yang harus dikelola secara profesional. Bapak Imam Ahfas menjelaskan bahwa penyertaan modal ini merupakan langkah strategi untuk memperkuat infrastuktur pengelolaan sampah. “Kita ingin persoalan-persoalan persampahan di Kabupaten Banyumas ini bisa segera terselesaikan”, ungkap Imam Ahfas dengan nada optimis.
Tercatat, pemerintah daerah sebelumnya telah menerima hibah sebesar Rp1,9 miliar untuk pengadaan alat pengelolaan sampah. Namun, demi memaksimalkan kinerja di lapangan, disepakati tambahan modal sebesar Rp2,9 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan BIJ untuk menambah dua unit alat baru yang diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan limbah secara signifikan.
Mengejar Untung, Memberi Manfaat
Investasi ini membawa misi ganda. Di satu sisi, PT BIJ dituntut untuk bekerja secara profesional guna menghasilkan keuntungan (profit) yang nantinya akan kembali ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun di sisi lain, aspek sosial dan lingkungan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Baginya, hadirnya alat-alat baru ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam memberikan layanan publik yang lebih baik. Keberhasilan regulasi ini nantinya tidak hanya diukur dari angka rupiah yang masuk ke daerah, tetapi dari seberapa bersih lingkungan Banyumas dari kepungan sampah.
Kini, bola ada di tangan pengelola. Dengan dukungan modal dan teknologi, masyarakat Banyumas menanti bukti nyata: sebuah kota yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tapi juga asri dan bebas dari aroma sampah.
Penulis/Editor: Ari Nugroho