
Pelepasan Mahasiswa Unsoed untuk Kuliah Kerja Nyata(KKN)oleh Wakil Rektor Unsoed ( Foto: Dokumen Adlan Abraar Sulthani )
NEWSBMSTV Purwokerto– Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk diterjunkan ke berbagai daerah, dalam sebuah acara yang berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof Rubijanto Misman Unsoed, Purwokerto, pada Selasa (6/1/26) Pagi.
Pelepasan mahasiswa KKN ini diikuti oleh kurang lebih 1.200 mahasiswa dari 12 fakultas yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di 6 Kabupaten di Jawa Tengah dan Belitung Timur (KKN Nusa Persada). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman, didampingi pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, serta LPPM.
Wakil Rektor Unsoed dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban akademik yang harus ditempuh mahasiswa, melainkan menjadi sebuah wadah strategis dalam proses pengembangan diri secara menyeluruh. Melalui KKN, mahasiswa didorong untuk berhadapan langsung dengan realitas sosial masyarakat, sehingga mampu mengasah kepekaan sosial, empati, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memperkaya pengalaman dan membentuk kedewasaan berpikir mahasiswa.
“Keberangkatan mahasiswa kkn akan diberangkatkan besok rabu 7 Januari 2026 ke masing-masing desa,” ujar Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng.
Selama 35 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat dalam kurun waktu yang telah ditentukan oleh universitas. Program kerja yang dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah, dengan tetap menjunjung nilai etika, kearifan lokal, dan kerja sama lintas sektor.
Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Jenderal Soedirman menerapkan sistem penempatan posko putra dan putri secara terpisah sebagai bentuk pengelolaan kegiatan yang menjunjung tinggi nilai etika, kedisiplinan, serta kenyamanan seluruh peserta. Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan tertib selama mahasiswa menjalankan aktivitas pengabdian kepada masyarakat di lokasi KKN masing-masing.
Acara pelepasan ditandai dengan penyematan atribut KKN serta doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh mahasiswa diberikan kelancaran, keselamatan, dan kesuksesan selama menjalankan tugas pengabdian di lokasi masing-masing.
“Pada waktu penyusunan itu ada targetnya dan ada indikator keberhasilan berapa persen, dan harapan kami program kerja itu yang diinginkan masyarakat desa itu bisa kita selesaikan” tutup Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng.
Dengan dilepasnya mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat dan berkesinambungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja selama masa KKN, tetapi juga pada upaya bersama dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan aktif mahasiswa, diharapkan potensi lokal dapat digali dan dikembangkan secara optimal, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga keberadaan KKN mampu memberikan dampak nyata yang dirasakan secara jangka panjang.
Penulis/Editor : Muhammad Hafiz Ulil Arbab