“Wie Broderie” Banyumas Manfaatkan Platform Digital Sulap Sulam Jadi Cuan

Kerajinan sulam lokal di Banyumas yang masih eksis di tengah perkembangan industri kreatif (Foto : Dok Adlan Abraar Sulthani)

NEWSBMSTV Purwokerto – Kerajinan sulam lokal terus menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan industri kreatif. Salah satunya adalah “Wie Brodie”, usaha kerajinan sulam yang telah berdiri sejak tahun 2018 dan konsisten mengembangkan produk berbasis keterampilan tangan dengan sentuhan kreatif.

Pemilik sekaligus pengrajin Wie Brodie Widyastri Oktarini, menghadirkan berbagai produk sulam seperti busana, aksesoris, dan perlengkapan kain dengan motif khas yang dikerjakan secara detail dan teliti.

“Saya lebih fokus pada kerajinan sulam dengan bentuk produk akhirnya itu ada tas, dompet, aksesoris seperti gantungan kunci, bros dan hiasan dinding kaligrafi”

Seiring perkembangan teknologi, Wie Brodie memanfaatkan platform digital sebagai strategi pemasaran utama. Media sosial seperti Instagram dan Tiktok digunakan untuk memperkenalkan produk, membangun identitas merek, serta menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya di wilayah Banyumas tetapi juga di luar daerah.

Dalam pemasaranya Wiwi menyampaikan bahwa pemasaran digital memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan usaha. Selain memudahkan promosi, media sosial juga menjadi sarana interaksi langsung dengan konsumen, menerima pesanan khusus, serta mengikuti tren pasar yang terus berubah.

“Ada yang offline ada yang online kalo offline langsung datang ke rumah kalo online bisa lewat Instagram dan Tiktok Wie26 Shop”

Keberadaan Wie Brodie diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kerajinan lainnya untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha. Dengan menggabungkan keterampilan tradisional dan strategi pemasaran modern, kerajinan sulam lokal dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar kreatif.

Penulis/Editor : Adnan Bagus Arifiyanto