Cireng Kecil Khas Pasir Yang Sangat Terjangkau.

Proses Pembuatan CIreng Sebelum di Goreng ( Foto : Dok. Mu’afa Faiz Rifa Ulhaq)

NEWSBMSTV Purwokerto – Di tengah hiruk pikuk lalu lintas jalan raya, sebuah papan kuning mencolok bertuliskan “Cireng Pasir Bu ‘D’” menjadi penanda sebuah usaha kuliner yang telah bertahan di tengah gempuran zaman. Berlokasi di pinggir jalan yang strategis, warung ini menjadi persinggahan favorit bagi para pengendara maupun warga lokal yang mencari camilan hangat. Meski bangunan tokonya tampak sederhana dengan pintu lipat biru yang khas, aroma gurih dari penggorengan tak pernah gagal mengundang pembeli untuk datang mengantre.

Riza, sosok di balik operasional Cireng Pasir Bu “D”, dengan telaten meracik setiap porsi dagangannya. Ia menjelaskan bahwa usaha ini bukanlah pemain baru, melainkan hasil ketekunan selama bertahun-tahun yang sempat berpindah lokasi demi mencari pasar yang tepat.

“Usaha Cireng ini sudah bertahan sekitar tiga tahunan. Cuma yang lama itu di lapangan perumahan RRI. Kalau di sini baru jalan sekitar empat bulanan,” Ujar Riza.

​Apa yang membuat Cireng Pasir ini unik bukanlah pada bumbu rahasia yang rumit, melainkan pada ukurannya yang pas di kantong dan teksturnya yang khas. Di saat harga bahan baku mulai merangkak naik, Pak Riza memilih untuk tetap setia pada segmen pasar menengah ke bawah dengan harga yang sangat terjangkau.

“Ciri khasnya sih sebenarnya sama saja, cuma ukurannya lebih kecil karena harga jualnya cuma 500-an, kalau yang lain kan biasanya 1000-an,” Tambah Riza menjelaskan strategi dagangnya.

​Dedikasi ini membuahkan hasil yang manis. Setiap harinya, terutama pada waktu produktif antara pukul tiga sore hingga menjelang magrib, warung ini selalu dipadati pelanggan. Dalam sehari, Pak Riza mampu menghabiskan bahan baku dalam jumlah yang cukup besar untuk skala UMKM.

“Kalau habisnya berapa biji nggak pasti ya, tapi sekitar 1.200-an biji goreng. Kalau kiloannya itu habis sekitar 5 kilogram kurang lebih,” Pungkas Riza menutup pembicaraan.

Penulis : Muhammad Fawaz Nurfuadi