
Suasana Shelter Akik dan Barang Antik Purwokerto yang tetap hidup sebagai pusat perdagangan batu mulia dan koleksi antik lokal (Foto/Dok : Adnan Bagus)
NEWSBMSTV Purwokerto— Di tengah berubahnya tren dan gaya hidup masyarakat, pasar batu akik Serayu Stone Purwokerto tetap menunjukkan eksistensinya. Hingga kini, pasar yang menjadi pusat perdagangan batu akik dan batu mulia tersebut masih ramai dikunjungi kolektor maupun pecinta batu dari berbagai daerah.
Serayu Stone Purwokerto berlokasi di Jl. Jenderal Soedirman, sebelah barat perempatan Pasar Wage dan depan Roti GO, beroperasi sebagai shelter khusus pedagang batu akik, ali-ali, keris pusaka, barang antik, furnitur kuno, dan yang lainnya.
Dibangun sekitar tahun 2014, pasar dengan paguyuban beberapa pedagang ini sempat sepi pasca pandemi, tapi kini bergeliat kembali berkat bursa rutin dan dukungan Bupati Banyumas. Tempat ini dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli berbagai jenis batu akik, mulai dari bacan, blue saphire, kalimaya, akik lokal Banyumas, Purbalingga hingga batu fosil dan batu pirus.
Selain menjadi tempat transaksi jual beli, pasar ini juga menjadi ruang berkumpul komunitas batu akik untuk saling bertukar informasi, pengalaman, dan pengetahuan seputar kualitas serta keaslian batu.
Menurut salah satu penjual batu akik, Abah Iran, Para kolektor maupun pengunjung yang datang juga dari luar daerah tidak hanya di Banyumas, seperti Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan daerah yang lainnya demi mendapat batu akik yang estetik.
“Peminat nya masih banyak, dari luar kota juga ada, kadang-kadang juga sampai menginap di hotel,” ujar Abah Iran.
Aktivitas pasar cenderung meningkat pada akhir pekan, ketika para kolektor datang untuk berburu batu berkualitas sekaligus bertukar informasi. Sejak pagi, siang, hingga malam hari, para pengunjung tampak menyusuri lapak-lapak pedagang untuk mencari batu incaran.
Barang-barang yang dijual di pasar ini memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung pada barang yang diinginkan oleh para pembeli. Kisaran harga mulai dari Rp.7.500- Rp.19 juta dari barang yang kecil hingga yang terbesar.
Dalam proses pembuatan nya menurut salah satu pengrajin, Ahmad, batu akik awalnya harus dipilih terlebih dahulu, kemudian disesuaikan ukuran nya, di amplas setelah itu di lakukan penghalusan untuk menyempurnakan batu akik yang telah dipoles. Biasanya dalam satu pengerjaan batu memakan waktu 1-1 setengah jam.
Penulis/Editor : Muhammad Nahdlian