
Geliat Kuliner Malam Bakso Jimpeng di Kawasan Kota Purwokerto (Foto/Dokumentasi : Reza Dwi Zulfikri)
NEWSBMSTV PURWOKERTO – Ditengah gempuran tren kuliner bakso dengan berbagai isian modern, sebuah kedai di wilayah Purwokerto Selatan justru meraih sukses besar dengan kembali ke pakem rasa autentik. Kedai bernama Bakso Jimpeng yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman ini menjadi fenomena bisnis baru sejak resmi beroperasi pada Agustus 2024. Kunci utama pertumbuhan pesat bisnis ini terletak pada konsistensi produk yang mengutamakan varian bakso sapi polos untuk menonjolkan tekstur daging yang solid dan kemurnian rasa kaldu murni.
Pimpinan Bakso Jimpeng, Mas Opang, menjelaskan bahwa strategi fokus pada satu macam produk ini bertujuan untuk menjaga kualitas rasa secara maksimal. Skala operasional kedai ini pun tergolong masif, di mana setiap harinya mereka mampu mengolah puluhan kilogram daging sapi murni untuk memenuhi permintaan pasar yang membeludak.
“Kita cuma bakso satu macem, bakso polos. Terus ada tetelannya juga dan tahu bakso. Sampai 60 sampai 70 kilo sehari,” ujar Mas Opang terkait volume bahan baku yang diolahnya.
Kualitas produk yang ditawarkan diakui langsung oleh para konsumen, salah satunya Ibu Yani, pengunjung asal Pasir Wetan. Ia menyatakan bahwa meskipun awalnya datang karena penasaran dengan promosi di media sosial, kualitas rasa baksonya-lah yang membuat kunjungan tersebut sangat sepadan.
“Kenal Bakso Jimpeng ini dari TikTok. Tapi pas dicoba, memang baksonya enak, rasa daging sapinya terasa sekali,” ungkap Ibu Yani.
Dari sisi nilai ekonomi, Bakso Jimpeng menerapkan struktur harga yang sangat kompetitif untuk menjangkau berbagai lapisan pasar. Pengunjung cukup merogoh kocek sebesar 16 ribu rupiah untuk satu porsi bakso polos, sementara bagi pencinta lemak gurih, tersedia porsi ekstra tetelan seharga 26 ribu rupiah. Harga yang terjangkau ini menjadi faktor utama tingginya volume penjualan harian karena dianggap sangat sebanding dengan kualitas daging sapi asli yang digunakan sebagai bahan utama.
Meski jam operasionalnya hanya dimulai dari pukul 16.30 WIB hingga tengah malam, perputaran omzet di kedai ini sangat impresif. Dalam satu hari, Bakso Jimpeng tercatat mampu mengantongi pendapatan di kisaran 10 juta hingga 15 juta rupiah. Kombinasi antara kualitas bahan baku yang terjaga dan harga yang tepat telah memposisikan Bakso Jimpeng sebagai magnet kuliner baru sekaligus bukti kesuksesan strategi bisnis UMKM yang kuat di Purwokerto.
Penulis/Editor : Desmonda Azhar Ramadhan