Trans Banyumas, Merajut Kedekatan Lewat Deru Mesin dan Pelayanan

Tampak depan Bus Trans Banyumas yang sedang menunggu pemumpang di terminal (Foto : Dok. Mu’afa Faiz Rifa Ulhaq)

NEWSBMSTV Purwokerto – Di balik gagahnya bodi bus berkelir merah yang membelah jalanan, Trans Banyumas menyimpan misi tulus untuk mengubah wajah mobilitas masyarakat. Bukan sekadar armada angkutan, layanan ini hadir sebagai ruang publik yang memanusiakan penumpangnya. Begitu pintu otomatis terbuka, embusan udara sejuk dan interior yang resik langsung menyambut, memberikan ketenangan bagi para pekerja yang lelah maupun warga lansia yang ingin bepergian dengan aman. Robi Setyo Irawan, Staf Operasional Harian Trans Banyumas, menekankan betapa pentingnya peran bus ini bagi pergerakan warga

“Program ini kan sangat membantu mobilisasi warga, ya, untuk yang kerja, yang sekolah, yang ingin bepergian juga,” ujarnya.

​Layanan ini menjadi oase ekonomi bagi banyak keluarga melalui skema tarif yang sangat inklusif. Dengan biaya hanya Rp3.900 untuk kategori umum, masyarakat kini memiliki alternatif transportasi yang jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan pribadi. Keberpihakan pada masyarakat semakin nyata lewat tarif khusus Rp2.000 yang diperuntukkan bagi pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas. Kehadiran bus ini bahkan telah dihafal jadwalnya oleh para pengguna setia, sebagaimana dijelaskan Robi

“Penumpang itu sebenarnya sekarang sudah mulai tahu, jadi nanti penumpang yang menghafalkan sendiri, jadi nanti memang ada jam ramai, ada jam sepi,” merujuk pada rutinitas jam sekolah dan jam pulang kerja.

​Adaptasi teknologi juga menjadi bagian dari edukasi layanan masyarakat melalui sistem pembayaran non-tunai. Meski awalnya memicu kebingungan, pihak operasional terus berupaya melakukan pendekatan persuasif agar warga terbiasa dengan sistem digital.

“Untuk masyarakat yaitu masih banyak yang belum tahu ya untuk prosedur awalnya bagaimana. Nah kemarin kita sudah sempat mencoba untuk edukasi terlebih dahulu,” ungkap Robi.

Sosialisasi ini tidak berhenti di dalam bus, melainkan akan diperluas ke fasilitas umum seperti sekolah dan area publik lainnya guna memastikan seluruh lapisan warga bisa menggunakan layanan ini tanpa kendala teknis.
​Komitmen “Kami Ada Untuk Anda” benar-benar diuji melalui konsistensi waktu pemberangkatan, mulai dari fajar menyingsing hingga petang hari. Harapan besar pun digantungkan pada keberlangsungan moda transportasi ini untuk masa depan Banyumas.

“Harapan saya sih semoga tetap berjalan nggih program ini… kalau bisa ditambahkan armada mungkin nanti ke jalur mana yang belum bisa dilewati sekarang,” pungkas Robi.

Di dalam bus ini, setiap warga duduk berdampingan, merajut cerita perjalanan harian mereka dalam sebuah sistem transportasi yang mengedepankan kesetaraan, kenyamanan, dan harapan untuk jangkauan yang lebih luas lagi.

Penulis/Editor : Muhammad Fawaz Nurfuadi