
Tahu Crispy Bobosan sebelah barat Masjid Barokatusalam (Foto : Dok. Ilham syahrin r).
NEWSBMSTV Purwokerto– Di tengah ramainya berbagai jajanan kekinian, kudapan tradisional yang dimodifikasi tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Salah satunya adalah Tahu Crispy Bobosan milik Adi yang berlokasi di sebelah barat Masjid Barokatusalam, Bobosan. Meski persaingan camilan gorengan kian ketat, Adi berhasil menjaga eksistensi usahanya melalui konsistensi rasa dan kualitas.
Memulai usahanya sejak Maret 2024, Adi mengungkapkan bahwa kunci utama keunggulan produknya terletak pada tekstur dan rasa. “Mungkin lebih gurih dan kriuknya tahan lama,” ujarnya saat menjelaskan apa yang membedakan tahu crispy miliknya dengan penjual serupa.
Untuk menjaga kualitas tersebut, Adi sangat memperhatikan detail teknis dalam proses pembuatan. Ia menyebutkan bahwa takaran air dan adonan harus benar-benar pas agar menghasilkan kerenyahan yang maksimal. Selain itu, ia selalu menyajikan produknya dalam kondisi dadakan (freshly fried) agar pembeli bisa menikmatinya selagi hangat.
Tidak hanya mengandalkan kerenyahan, Tahu Crispy Bobosan juga menawarkan variasi rasa yang luas untuk memanjakan lidah pelanggan, mulai dari rasa Balado dan BBQ, Sapi Panggang dan Jagung Bakar
, Jagung Manis dan Extra Pedas Asin Gurih
Dari sekian banyak pilihan, Adi mencatat bahwa menu favorit pelanggan adalah varian mix (campuran) antara rasa asin, balado, dan pedas.
Keberhasilan UMKM ini juga didukung oleh harga yang sangat terjangkau. Tahu crispy bobosan menjual seharga Rp500 per potong, sementara menu pendamping lainnya seperti bakso crispy, otak-otak crispy, dan sosis crispy dibanderol seharga Rp1.000.
Strategi ini terbukti efektif menarik pelanggan dari berbagai kalangan. Anjar, salah satu pembeli setia, mengaku sering berlangganan karena rasanya yang enak. “Enak saja, dan sering juga beli di sini,” ungkapnya singkat saat ditemui di lokasi.
Meski selalu ramai pada jam makan siang dan waktu pulang kerja (sekitar pukul 16.00 WIB), usaha ini bukan tanpa kendala. Adi mengakui bahwa cuaca menjadi tantangan terbesarnya. “Kalau tantangannya mungkin cuaca ya, apalagi musim hujan jadi agak kurang (pembeli),” jelasnya.
Namun, dengan dedikasi pada kualitas adonan dan pelayanan yang ramah, Tahu Crispy Bobosan terus bertahan sebagai salah satu UMKM lokal yang mampu bersaing dengan menawarkan kehangatan dan kerenyahan di setiap porsinya.
Penulis/Editor: Riyan Budi Prasetyo
Foto: Dok. Ilham Syahrin Ramadhan