Inovasi Dawet Susu: Hadir dengan Sepeda Listrik di Kawasan Wisata Menara Pandang

Dawet AIU inovasi es dawet yang mengganti santan dengan susu (Foto/Dok : Ilham Syahrin Ramadhan).

NEWSBMS Purwokerto – Ada yang unik di kawasan wisata jembatan “Menara Teratai” atau Menara Pandang Jalan Bung Karno, Purwokerto. Di tengah deretan pedagang kaki lima, sebuah lapak minuman tradisional tampil beda dengan konsep modern dan menyehatkan. Namanya adalah Dawet AIU, sebuah inovasi es dawet yang mengganti santan dengan susu.

Berbeda dengan gerobak dawet pikul atau gerobak kayu pada umumnya, Dawet AIU dijajakan menggunakan sepeda listrik yang telah dimodifikasi. Penampilan yang estetik ini tak jarang menarik perhatian pengunjung yang sedang bersantai di kawasan ikonik tersebut.

Faturrahman, sang penjual, menjelaskan bahwa ciri khas utama dari dagangannya adalah penggunaan susu sebagai pengganti santan dan gula aren asli sebagai pemanisnya.
“Ciri khasnya di sini tidak pakai santan, pakainya susu. Terus gulanya asli gula aren,” ujar Faturrahman saat ditemui di lokasi berjualannya.

Inovasi ini disambut positif oleh pembeli, salah satunya Fawas. Ia mengaku tertarik mencoba karena perpaduan unik antara tradisi dawet dengan susu yang dianggap lebih ringan dan modern.
“Biasanya dawet pakai santan, tapi ini pakai susu. Rasanya unik dan cocok di lidah,” ungkap Fawas. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan sepeda listrik sebagai pengganti gerobak memberikan kesan yang lebih bersih dan menarik.

Meski baru berjalan sekitar empat hingga lima bulan, Dawet AIU sudah memiliki pelanggan tetap. Faturrahman mengungkapkan bahwa hari Sabtu dan Minggu adalah waktu paling ramai bagi para pedagang di kawasan jembatan Menara Pandang.
Omzet Akhir Pekan: Mencapai Rp400.000 hingga Rp600.000 lebih per hari, Omzet Hari Biasa: Rata-rata sekitar Rp400.000.
Volume Penjualan: Rata-rata membawa 50 cup setiap harinya.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kesegaran dawet susu ini, Dawet AIU buka di hari
Senin – Jumat: Pukul 10.00 WIB hingga habis (biasanya sekitar pukul 15.00 atau 17.00 WIB), Sabtu – Minggu: Buka lebih awal mulai pukul 08.00 WIB hingga habis.

Untuk memperluas jangkauan, Dawet AIU juga aktif melakukan promosi melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Kehadiran dawet susu dengan sepeda listrik ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap bisa eksis dan relevan dengan sentuhan inovasi kreatif.

Dokumentasi: Ilham Syahrin Ramadhan
Penulis/ Editor: Riyan Budi Prasetyo