
Gerai Es Teh Desa di pinggir jalan dengan konsep sederhana dan harga terjangkau (Foto Dok : Mu’afa Faiz Rifa Ulhaq)
NEWSBMSTV Purwokerto— Di balik deretan kedai kopi yang menjamur, sebuah kedai minuman bernama Teh Desa berhasil mencuri perhatian masyarakat dengan jam operasional yang cukup panjang, mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 23.00 malam. Kedai ini seolah tidak pernah sepi dari kepulan uap teh yang wangi dan antrean pembeli yang mencari kesegaran di tengah rutinitas. Popularitasnya terbukti dari angka penjualan yang fantastis setiap harinya, terutama saat matahari sedang terik.
Menurut Naelin, salah satu staf di kedai tersebut, jumlah penjualan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang sedang terjadi.
“Kalau cuaca panas bisa dapat 900-an (porsi), kalau lagi hujan ya sekitaran 500-an,” jelas Naelin.
Angka ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik Teh Desa bagi warga sekitar, baik sebagai pelepas dahaga maupun teman bersantai.
Menu yang ditawarkan pun cukup beragam untuk memenuhi selera lidah yang berbeda-beda. Dari sekian banyak pilihan, varian Green Tea dan Thai Tea menempati posisi teratas sebagai menu yang paling banyak diminati oleh pelanggan. Meski begitu, varian Jasmine Tea juga tetap memiliki peminat yang banyak, meskipun intensitas pesanannya berada di bawah dua varian utama tersebut.
Keberhasilan Teh Desa membuktikan bahwa minuman tradisional yang dikelola secara modern tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dengan konsistensi rasa dan ketersediaan dari pagi hingga larut malam, kedai ini telah berkembang menjadi oase kesegaran yang diandalkan. Strategi fokus pada varian teh yang populer serta pelayanan yang sigap menjadi kunci utama di balik ratusan porsi teh yang ludes terjual setiap harinya.
Penulis/Editor: M Fawaz Nurfuadi