Belajar Pantang Menyerah dari Wiwit Santosa, Peternak Ayam Elba yang Pernah Gagal Berkali-kali

Wiwit menuangkan pakan ke wadah ayam Elba di area kandangnya. Berawal dari 20 ekor bibit, kini ia berhasil mengembangkan populasi ayamnya melalui ketekunan yang dirintis sejak akhir 2018. (foto : Dok. Fazal Muhtadie)

NEWSBMSTV Purwokerto – Pepatah “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda” bukan sekadar kalimat motivasi bagi Wiwit Santosa. Bagi pria yang berdomisili di Banyumas ini, kalimat tersebut adalah nyata dalam perjalanan hidupnya sebagai peternak. Wiwit Santosa (42), seorang security dan peternak ayam kampung yang telah dikaruniai dua orang anak, dikenal sebagai sosok pekerja keras, pantang menyerah dan bertanggung jawab dalam menghidupi keluarganya.

Perjalanan hidup Pak Wiwit tidaklah instan. Sebelum menekuni dunia peternakan, ia telah mengecap asam garam kehidupan sebagai perantau. Selama empat tahun ia bekerja di Malaysia, kemudian mengabdi sebagai petugas keamanan di salah satu toko ritel di purwokerto selama sembilan tahun. Sejak akhir 2018 hingga kini, ia dipercaya menjadi garda terdepan keamanan di salah satu Bank di purwokerto. Namun, di sela-sela kesibukannya menjaga keamanan aset negara, ia dan keluarganya kini sukses mengembangkan budidaya Ayam Elba. Kesuksesan yang diraihnya saat ini adalah buah dari rangkaian kegagalan yang menyakitkan. Ia tidak langsung berhasil. Awal mula terjun ke dunia ternak, ia mencoba peruntungan dengan entok jumbo. Ia Kemudian beralih ke pembesaran lele, namun masih belum berpihak padanya. Usaha itu pun gagal. Percobaan ketiga dilakukan dengan beternak ayam kampung, namun lagi-lagi hanya bertahan seumur jagung. Baginya, kegagalan-kegagalan tersebut bukanlah akhir, melainkan awal untuk memahami dunia bisnis yang sebenarnya.

“Kalau untuk kegagalan saya petik pokoknya jangan putus asa tetap semangat seperti itu pokoknya kita coba dulu jangan pernah untukkita itu beranggapan oh ini pasti nggak bisa ini pasti gagal tapi yang penting kita coba dulu”, Ujar Wiwit.

Langkah ini ternyata menjadi titik balik ketika ia mengenal jenis Ayam Elba. Berbeda dengan usaha sebelumnya yang mungkin memakan modal besar, kali ini ia memulai dengan sangat sederhana dan perhitungan matang. Dengan modal kandang seadanya senilai Rp 300.000, ia membeli 20 ekor bibit ayam Elba seharga Rp 200.000. Siapa sangka, langkah kecil ini menjadi gerbang kesuksesan. Berkat ketelatenan dan dukungan penuh satu keluarga yang bahu-membahu merawat ternak, populasi ayamnya berkembang pesat. Ketelatenan Wiwit membuahkan hasil, usaha ternak Ayam Elba miliknya yang telah bertahan selama 16 bulan dan terus menunjukkan hasil yang stabil. Kesuksesan ini tidak hanya berdampak pada ekonominya pribadi, tetapi juga menarik perhatian peternak lain di sekitarnya. Berkat konsistensi dan kemauannya berbagi ilmu, Wiwit kini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Kelompok Ternak Ayam Kampung “Mituhu” Banyumas. Di bawah kepemimpinannya, kelompok ini menjadi wadah bagi para peternak lokal untuk saling berbagi strategi agar terhindar dari kegagalan yang pernah ia rasakan dulu.

“Untuk sampai bertahan dengan 16 bulan itu sangat luar biasa bagi saya ya karena saya berawal dari hanya cuma 20 ekor sampai dengan sekarang 100 ekor dari mulai yang kecil sampai dengan yang besar itu saya lewati fase fasenya bagaimana saya bahasanya itu boleh dibilang priatin”, Tambahnya

Editor/Penulis : Mohamad Hafiz Ulil Arbab
Dokumentasi : Fazal Muhtadie