
Pantang panen, Petambak Ikan Di Kebumen Baturraden Jutru Rugi Jutaan Rupiah Akibat Air Keruh Pasca Banjir (Foto/Dok. Reza Dwi Zulfikri)
NEWSBMSTV Purwokerto – Ratusan kilogram ikan siap panen di Desa Kebumen, RT 01 RW 04, Kecamatan Baturraden ditemukan mati mendadak akibat kondisi air kolam yang berubah menjadi keruh dan panas sejak Minggu (25/1) sore. Peristiwa yang diduga dipicu oleh material longsor dari area pegunungan ini menyebabkan para petambak ikan di wilayah tersebut mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Salah satu pemilik kolam, Ahmad Rohman, mengungkapkan bahwa fenomena air keruh ini terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ia menyebutkan, kondisi air yang tercemar material tanah membuat ikan-ikan di kolamnya tidak mampu bertahan hidup.
“Airnya keruh jadi ikan pada mati, petani ikan di sini pada rugi karena banyak yang mati,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi kolamnya.
Setidaknya terdapat tujuh kolam milik Ahmad yang terdampak langsung, di mana berbagai jenis ikan seperti mujair, nila, bawal, melem, hingga gurame ditemukan mengambang. Ahmad menjelaskan bahwa kematian ikan mulai terlihat sekitar pukul 13.00 WIB setelah waktu Zuhur.
“Ikan itu nggak kuat (air keruh), apalagi kalau ikan habis dikasih pakan sampai kenyang, itu malah rentan sekali mati,” tambahnya.
Akibat kejadian ini, Ahmad menaksir kerugian materiil yang dialaminya mencapai angka Rp4 juta, dengan total bobot ikan yang mati mencapai sekitar dua kuintal. Hingga saat ini, aliran air menuju kolam warga masih terpantau keruh dan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali bening dalam waktu dekat. Ahmad memprediksi kondisi ini akan bertahan hingga empat sampai lima hari ke depan.
Warga berharap pemerintah atau pihak terkait dapat memberikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat banyaknya masyarakat di desa tersebut yang menggantungkan hidup sebagai petambak ikan.
“Harapan kita jangan sampai terulang lagi, cuma kali ini saja. Ini jadi pengalaman untuk kita semua petani ikan di sini,” pungkas Ahmad.
Penulis/Editor: Desmonda Azhar Ramadhan
Foto/Dokumentasi : Reza Dwi Zulfikri