Wisata River Tubing Damar Payung Ditutup Sementara Akibat Banjir Susulan dan Pendangkalan Sungai

Kondisi Sungai Pasca Banjir Susulan Menyebabkan tumpukan material pasir dan kayu (Foto/Dokumentasi: Reza Dwi Zulfikri)

NEWSBMSTV Purwokerto – Objek wisata alam Damar Payung di Banyumas terpaksa ditutup sementara menyusul terjadinya banjir susulan yang melanda aliran Sungai Pelus. Ahmad Rudini, pengelola wisata River Tubing Damar Payung, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi sekitar pukul 5 pagi menyebabkan pendangkalan sungai yang cukup signifikan akibat tumpukan material pasir dan kayu.

“Kegiatan air kami tutup sementara karena potensi banjir bandang susulan masih ada, apalagi curah hujan di wilayah hulu saat ini masih sangat tinggi,” ujar Ahmad.

Dampak banjir ini sangat dirasakan oleh warga sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Haryati, salah satu pemilik warung di objek wisata, mengaku penutupan ini berdampak langsung ke pendapatan warung miliknya pada jumlah kunjungan wisatawan yang biasanya ramai di akhir pekan.

“Harusnya hari ini ada banyak tamu, tapi karena kendala banjir ini jadi sepi.” tutur Haryati.

Selain sektor wisata, akses air bersih bagi warga juga mulai terganggu. Dibni, seorang warga lokal, menyampaikan bahwa banjir telah merusak instalasi air bersih (PAM) milik masyarakat, meski sumber mata air di beberapa titik masih bisa diandalkan.

“Dampaknya terasa sekali di air bersih, saluran PAM banyak yang mampet karena material banjir. Warga di bagian bawah yang tidak punya sumber mata air sendiri paling kesulitan saat ini,” jelas Dibni.

Menyikapi bencana ini, pihak pengelola berharap adanya perhatian lebih terhadap pelestarian hutan di area pegunungan untuk mencegah alih fungsi lahan yang memicu banjir bandang. Ahmad menambahkan bahwa pembukaan kembali objek wisata akan menunggu instruksi resmi dan memastikan kondisi sungai benar-benar aman bagi pengunjung. Untuk saat ini, para relawan dan pengelola masih berfokus pada pembersihan material sisa banjir dan pemantauan debit air sungai secara berkala.

Penulis/Editor: Muhammad Fawaz Nurfuadi
Dokumentasi: Reza Dwi Zulfikri