
Tampak Berbagai Motif Batik Banyumasan (Foto : Dok. Mu’afa Faiz Rifa Ulhaq)
NEWSBMSTV Purwokerto – Batik Banyumasan bukan sekadar komoditas sandang, melainkan sebuah karya “adiluhung” yang sarat akan makna filosofis. Pak Pur, salah satu penggerak batik di Banyumas, menjelaskan bahwa setiap guratan motifnya membawa pesan mendalam tentang kemakmuran dan kesejahteraan. Melalui dedikasinya sejak tahun 2010, ia berupaya memastikan bahwa identitas lokal ini tidak hanya menjadi pajangan sejarah, tetapi tetap bernapas dalam keseharian masyarakat modern melalui inovasi motif yang terus berkembang.
“Batik itu adalah karya yang indah, yang kalau bahasa Jawanya disebut adiluhung. Di dalamnya terdapat nilai filosofi tertentu, seperti motif yang melambangkan kemakmuran,” ungkap Pak Pur saat menjelaskan pentingnya menjaga keaslian makna di balik tiap lembar kain.
Baginya, menjaga Batik Banyumasan berarti menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Tantangan terbesar dalam melestarikan Batik Banyumasan adalah mematahkannya dari kesan kaku yang selama ini melekat. Dengan sentuhan kontemporer pada motif dan warna, batik kini mulai merambah gaya hidup anak muda sebagai busana kasual yang bisa dipadukan dengan celana jins. Inovasi ini menjadi jembatan agar generasi Z tidak lagi melihat batik hanya sebagai pakaian seremonial, melainkan sebagai bagian dari identitas diri yang trendi namun tetap berakar pada tradisi lokal.
Untuk menjamin keberlangsungan warisan ini, Pak Pur juga membuka ruang edukasi bagi pelajar melalui pelatihan membatik secara langsung. Dengan mengajarkan teknik mencanting dan mewarnai sejak dini, ia berharap kecintaan terhadap Batik Banyumasan tumbuh secara organik.
“Harapan kami, batik bisa terus berkembang dan lestari meskipun berganti generasi. Itulah mengapa kami mengenalkannya mulai dari anak-anak sekolah agar mereka tidak lupa pada warisan bendawi ini,” pungkasnya.
Penulis/Editor : Muhammad Fawaz Nurfuadi