Pengrajin Meja Lipat Bahan Kayu Kembangkan Produk Ramah Lingkungan Jelang Ramadhan

Seorang pengrajin tengah merakit meja lipat berbahan kayu reng dengan pengerjaan yang mengutamakan kualitas, ketahanan, dan kerapian hasil akhir (Foto : Dok. Adnan Bagus)

NEWSBMSTV Purwokerto – Menjelang bulan suci Ramadhan, pengrajin meja lipat berbahan kayu di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus mengembangkan produk ramah lingkungan guna memenuhi peningkatan permintaan pasar. Inovasi ini dilakukan untuk menghadirkan furnitur fungsional, praktis, serta tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Pengrajin yang berlokasi di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, tersebut memanfaatkan kayu dan bahan lainya sebagai material utama pembuatan meja lipat.

“untuk harga meja lipat mulai dari 200 sampai 550 ribu, untuk request model juga bisa dan harganya menyesuaikan”, ujar Udin.

Meja lipat produksi pengrajin ini dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp550 ribu per unit, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain. Pemasaran dilakukan melalui media sosial, marketplace. Pada awalnya, produksi meja lipat kayu ini hanya dilakukan berdasarkan pesanan pelanggan. Namun seiring meningkatnya permintaan, terutama menjelang Ramadhan, pengrajin kini mulai memproduksi secara rutin untuk stok. Selain itu, konsumen juga dapat memesan meja lipat dengan ukuran dan desain khusus sesuai kebutuhan. Untuk harga, Sutrisno menyesuaikannya dengan tingkat kesulitan dan ukuran produk, sehingga tetap terjangkau namun sebanding dengan kualitas yang dihasilkan.

Dalam proses produksinya, pengrajin menggunakan bahan utama berupa kayu reng yang dikenal memiliki karakter kuat, ringan, serta memiliki daya tahan cukup baik untuk penggunaan jangka menengah hingga panjang. Pemilihan kayu reng ini dilakukan secara selektif agar kualitas produk tetap terjaga dan aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Setiap unit meja lipat dikerjakan selama kurang lebih tiga hingga empat hari, dimulai dari tahap pemilahan bahan, pemotongan sesuai ukuran, perakitan rangka, hingga proses penghalusan dan finishing agar permukaan meja lebih rapi, halus, dan nyaman digunakan. Dengan teknik pengerjaan yang teliti serta penggunaan material yang tepat, produk meja lipat ini mampu bertahan hingga tiga sampai empat tahun pemakaian, bahkan bisa lebih lama jika dirawat dengan baik, sehingga memberikan nilai guna dan efisiensi bagi konsumen.

“Menyambut ramadhan tahun ini dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya orderan meningkat semoga tahun ini lebih banyak orderannya”, tambahnya

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, Udin mengaku optimistis permintaan pasar akan kembali meningkat, sebagaimana pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, lonjakan pesanan biasanya mulai terasa sejak beberapa minggu menjelang Ramadhan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan rumah tangga praktis dan fungsional. Ia pun berharap, tren positif tersebut dapat kembali terulang bahkan mengalami peningkatan, sehingga mampu mendongkrak produksi sekaligus kesejahteraan para pekerja.

editor/penulis : Mohamad Hafiz Ulil Arbab
Dokumentasi : Adnan Bagus