
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM) Tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) PKKM 2026 (Foto: Dok.Unsoed)
NEWSBMSTV-PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM) Tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) PKKM 2026 pada 4–6 Agustus 2026 di Gedung Rubijanto Misman Widyatama Unsoed.
Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan para fasilitator, tutor, narasumber, dan tim pelaksana agar memiliki pemahaman yang sama dalam mendampingi mahasiswa baru selama mengikuti PKKM.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program PKKM Unsoed Tahun 2026, Dr. Poppy Dian Indira Kusuma, S.E., M.Si., Ak., Ketua Training of Trainer PKKM Unsoed Tahun 2026, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom., para narasumber, serta tim pelaksana. Program PKKM berada di bawah pembinaan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU.
Ketua PKKM Unsoed Tahun 2026, Dr. Poppy Dian Indira Kusuma, mengatakan Training of Trainer menjadi fondasi penting dalam menyamakan persepsi seluruh fasilitator dan tutor mengenai substansi maupun metode pelaksanaan PKKM.
“Training of Trainer ini menjadi ruang untuk mempersiapkan para fasilitator dan tutor agar memiliki persepsi dan pemahaman yang sama dalam mendampingi mahasiswa baru. Kita ingin PKKM tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga menjadi proses awal dalam membangun karakter, kepribadian, dan kesiapan mahasiswa untuk menjalani kehidupan akademik di Unsoed,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua ToT PKKM Unsoed Tahun 2026, Dr. Ir. Nurul Hidayat, menegaskan pentingnya membangun kesamaan persepsi, langkah, dan semangat kolaborasi di antara seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.
Menurutnya, fasilitator dan tutor memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman pertama yang positif bagi mahasiswa baru saat memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“ToT ini menyatukan persepsi, menyatukan langkah, dan menyatukan semangat kolaborasi agar fasilitator dan tutor dapat mendampingi mahasiswa baru Unsoed dengan baik. Harapannya, seluruh tim memiliki bekal yang sama sehingga pelaksanaan PKKM dapat berjalan secara terarah dan memberikan dampak yang positif bagi mahasiswa,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan PKKM 2026. Materi tersebut meliputi pengenalan Universitas Jenderal Soedirman, peta jalan mahasiswa, pengembangan kepribadian, adaptasi kehidupan kampus, literasi keuangan, hingga penguatan wawasan mengenai open mindedness.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan kampus, ragam kegiatan kemahasiswaan, pusat prestasi mahasiswa, program Kampus Berdampak, serta pengembangan karier mahasiswa hingga persiapan pasca lulus kuliah.
Sebagai bagian dari transformasi digital di lingkungan kampus, para fasilitator dan tutor juga mengikuti praktik penggunaan eLDirU untuk mendukung pelaksanaan PKKM berbasis digital. Sesi ini dipandu oleh Dr. Mulki Indana Zulfa, S.T., M.T. bersama Ari Fadli, S.T., M.Eng. sehingga seluruh pendamping memiliki bekal teknis yang seragam.
Melalui pelaksanaan Training of Trainer ini, Unsoed berharap seluruh fasilitator dan tutor mampu memberikan pendampingan yang berkualitas kepada mahasiswa baru sehingga PKKM 2026 tidak hanya menjadi agenda pengenalan kampus, tetapi juga menjadi proses awal pembentukan karakter mahasiswa yang unggul, peduli, adaptif, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan semangat kebersamaan melalui jargon “Generasi Soedirman, Berkarakter Unggul, Peduli, Berdampak!” serta “PKKM 2026, Bangun Resiliensi, Hadirkan Kontribusi!” yang menjadi komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan PKKM tahun 2026.
Penulis/Editor: Ari Nugroho