
Sepi di Tengah Kota Kampus: Dilema UMKM Sekitar UIN Saizu Saat Mahasiswa Pulang Kampung (Foto : Dok. Reza Dwi Zulfikri)
NEWSBMSTV-Purwokerto. Bagi para pelaku UMKM di sekitar kampus UIN Saizu Purwokerto, mahasiswa adalah napas utama bisnis mereka. Namun, saat musim libur tiba, kawasan yang biasanya riuh ini seketika berubah sunyi. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari saku mahasiswa. Salah satunya adalah pedagang ayam geprek yang baru merintis usaha selama empat bulan; ia kini harus merasakan pahitnya dampak kalender akademik terhadap keberlangsungan usahanya.
Penurunan omzet yang dialami para pelaku UMKM ini tidak main-main. Pedagang ayam geprek tersebut mengakui bahwa pendapatannya bisa terjun bebas hingga 80 persen saat asrama dan kos-kosan mulai kosong. Kondisi ini memaksanya memutar otak dalam mengelola stok bahan baku. Demi menjaga kualitas, ia tetap berkomitmen mengganti stok bahan setiap hari meskipun risiko kerugian membayangi akibat sepinya pembeli yang datang ke lapaknya.
Nasib serupa juga dirasakan oleh Edy Heru Wicaksono, pemilik Kebab Icak yang sudah bertahan sejak akhir 2020. Edy menceritakan bahwa bagi UMKM di area kampus, masa libur panjang antara bulan Juni hingga Agustus adalah fase paling kritis. Penjualan melalui aplikasi online bisa anjlok hingga 40 persen. “Januari mungkin masih terbantu warga lokal, tapi libur tengah tahun adalah ujian sebenarnya bagi kami para pedagang di sini,” ungkap Edy.
Untuk tetap bertahan, para pelaku UMKM ini mulai melakukan berbagai penyesuaian strategi. Edy memilih tetap konsisten dengan jam operasional agar tidak kehilangan pelanggan setia, sembari memperluas jangkauan promosi melalui TikTok dan Instagram. Tujuannya satu: agar pasar mereka tidak lagi terbatas hanya pada mahasiswa UIN atau Unsoed, melainkan bisa menjangkau seluruh warga Purwokerto sehingga bisnis tetap stabil meski kampus sedang libur.
Kegigihan para pedagang ini menjadi potret nyata perjuangan sektor mikro di lingkungan pendidikan. Bagi pedagang ayam geprek muda tersebut, kunci bertahan bagi pelaku UMKM adalah kesiapan mental dan ketelatenan atau istiqomah. Meski harus menghadapi pasang surut kunjungan mahasiswa, semangat para pelaku UMKM di sekitar kampus ini tetap menyala untuk memastikan usaha mereka tetap eksis dalam jangka panjang.
Penulis/Editor : Ari Nugroho