
Suasana Lengang di Los Sayuran Pasar Manis Purwokerto (Foto: Dok. Mu’afa Faiz Rifa Ulhaq)
NEWSBMSTV-Purwokerto. Sejumlah pedagang di Pasar Manis Purwokerto mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang memicu penurunan daya beli masyarakat secara drastis. Kondisi ini menyebabkan aktivitas transaksi di los sayuran tampak lengang meskipun stok barang dagangan melimpah di atas meja beton putih para pedagang.
Ibu Sartini, salah satu pedagang sayur, mengungkapkan bahwa harga beberapa komoditas sempat melonjak sangat tinggi. “Lombok (cabai) itu pernah mencapai tujuh puluh ribu rupiah per kilogram,” ujarnya saat ditemui di lapaknya pada Sabtu (3/1/2026). Selain cabai, harga bawang merah juga masih bertahan di level tinggi, yakni Rp40.000 per kilogram untuk kualitas besar dan Rp38.000 per kilogram untuk ukuran sedang.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada sirkulasi barang dagangan yang menjadi terhambat. Banyak stok sayur-mayur yang tertahan di dalam keranjang-keranjang merah dan tidak terserap pasar karena konsumen membatasi pembelian.
“Dijual saja tidak laku, masih banyak ini (dagangannya),” tambah Ibu Sartini sambil menunjukkan tumpukan sayuran yang belum terjual.
Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan intervensi untuk menstabilkan harga bahan pangan di awal tahun ini. Mereka mengkhawatirkan jika harga terus melambung, kerugian akan semakin besar karena barang dagangan yang bersifat cepat rusak akan membusuk sebelum sempat terjual kepada pelanggan.
Penulis/Editor: Muhammad Fawaz Nurfuadi