
Surga Buku Murah: Menjelajahi Koleksi di Pasar Buku (Foto/Dok : Adlan Abraar Sulthani)
NEWSBMSTV Purwokerto – Toko buku legendaris “ANS”, yang pernah menjadi pusat perburuan buku pada era 90-an, kini kembali tersorot dan mencuri perhatian generasi muda. Di tengah dominasi platform digital serta maraknya tren membaca melalui gawai, keberadaan toko buku tradisional ini mendadak ramai diperbincangkan setelah sejumlah konten kreator mengunggah video suasana klasiknya di media sosial.
Toko Buku ANS, yang sudah berdiri lebih dari dua dekade, memiliki daya tarik unik yang belum tergantikan. Rak kayu tua, bau khas buku lama, hingga susunan majalah klasik yang masih terawat membuat para pengunjung merasa seperti kembali ke masa lalu. Justru suasana inilah yang membuat toko tersebut viral kembali dan diburu kaum muda yang ingin merasakan pengalaman membaca secara nyata, bukan sekadar menggeser layar.
“Toko ini berdiri tahun 90an berawal dari bapak almarhum. toko ini memiliki 2 toko, 1 di ahmad yani dan satunya di Kios Pratisthaharsa”, Ujar Ibu Asma
Toko Buku ANS menjadi sorotan dimulai ketika sebuah unggahan di Media Sosial yang menampilkan koleksi buku langka dan komik jadul mendadak menarik ribuan penonton. Sejak saat itu, lonjakan pengunjung mulai terasa, terutama dari kalangan mahasiswa. Mereka datang tidak hanya untuk membeli buku, tetapi juga untuk berburu rekomendasi bacaan klasik yang sulit ditemui di toko modern.
Di tengah gempuran toko buku modern dan e-commerce, Toko Buku ANS tetap mempertahankan konsep tradisionalnya. Namun, adaptasi tetap dilakukan dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Toko Buku ANS kini rutin memperbarui katalog buku, membagikan cerita sejarah toko, hingga mengajak pengunjung bernostalgia melalui foto-foto dokumenter masa lalu.
Dengan rak kayu tua, deretan novel klasik, komik lawas, hingga majalah edisi lama, Toko Buku ANS menyajikan sensasi yang tidak ditemukan di toko buku modern. Pengunjung muda merasa kembali ke masa 90-an, dan justru pengalaman tersebut menjadi daya tarik utama. Menariknya, banyak pengunjung mengungkapkan bahwa harga buku yang dijual di Toko Buku ANS masih sangat terjangkau. Beberapa Majalah klasik, hidayah dan cerpen dibanderol mulai dari Rp10.000–Rp15.000, buku legio/sejarah jadul berada pada kisaran Rp30.000, sedangkan buku trubus lama dihargai antara Rp15.000, tergantung kelengkapan dan kondisi.
“Harga standart sekitar 10.000, kalau trubus bisa 15.000, kemudian legio itu sekitar 30.000”, Ujar Ibu Asma
Fenomena kembali tersorotnya Toko Buku ANS menunjukkan bahwa budaya membaca masih memiliki ruang yang kuat di hati generasi muda. Perpaduan nostalgia, atmosfer klasik, dan pengalaman membaca langsung menjadi faktor yang menghidupkan kembali eksistensi toko tersebut. Toko Buku ANS bukan hanya sekadar toko buku, tetapi juga ruang pertemuan budaya literasi yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Toko Buku ANS tidak hanya kembali hidup sebagai tempat jual beli buku, tetapi juga menjadi ruang budaya literasi yang menghubungkan nostalgia masa lalu dengan minat baca generasi masa kini. Membuktikan bahwa meski era digital terus berkembang, toko buku tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati pembacanya.
Penulis/Editor : Mohamad Hafiz Ulil Arbab