Dari Desa Banjarsari, Sangkar Burung jadi Penopang Ekonomi Warga

Detail Anyaman, Bukti Ketelatenan Pengrajin Sangkar Burung Banjarsari ( Foto/Dokumentasi : Adlan Abraar Sulthani )

NEWSBMSTV Purwokerto – Di balik ramainya hobi burung kicau di Indonesia, tersimpan kisah perjuangan para pengrajin lokal yang mampu bertahan dan berkembang. Salah satunya datang dari Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Dari desa inilah, sangkar burung buatan tangan warga setempat diproduksi dan dipasarkan ke berbagai daerah.

Budi, atau yang akrab disapa Budi Sangkar, telah menekuni usaha pembuatan sangkar burung sejak akhir tahun 2013. Berawal dari skala kecil, kini usahanya tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi di wilayah tersebut.

Di Desa Banjarsari, produksi sangkar burung tidak hanya mengandalkan satu jenis bahan. Pengrajin memanfaatkan kayu dan bambu sebagai bahan baku utama, disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Dalam sehari, satu orang pengrajin bahkan mampu memproduksi hingga 10 sangkar burung.

Keunggulan sangkar burung produksi Banjarsari terletak pada harga yang terjangkau. Mulai dari sangkar sederhana dengan harga belasan ribu rupiah, hingga sangkar premium dengan kualitas tinggi yang dibanderol lebih dari satu juta rupiah, semuanya tersedia.

Tak hanya soal produksi, usaha ini juga menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan. Mas Budi mengungkapkan, omzet dari usaha sangkar burung yang dijalankannya bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

“Alhamdulillah, untuk omzet per bulan bisa mencapai sekitar 300 sampai 400 juta rupiah,” ujar Budi.

Meski demikian, perjalanan usaha ini tidak selalu berjalan mulus. Kendala biasanya muncul saat musim tanam padi, ketika sebagian tenaga kerja harus membantu orang tua mereka di sawah, sehingga proses produksi sedikit terhambat.

Namun di balik tantangan tersebut, tersimpan harapan besar. Budi berharap usaha sangkar burung yang dirintisnya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Harapan saya, usaha sangkar burung ini ke depan bisa memajukan ekonomi daerah saya, tempat saya lahir, dan ikut membantu meningkatkan perekonomian warga di sini,” tuturnya.

Kualitas produk dan pelayanan yang baik juga dirasakan langsung oleh para pelanggan. Bagus, salah satu konsumen yang telah berlangganan selama enam bulan, mengaku mengetahui pengrajin sangkar burung Banjarsari dari media sosial.

“Kualitas sangkarnya sangat bagus, pelayanannya juga ramah dan melayani customer dengan sepenuh hati,” kata Bagus.

Kisah pengrajin sangkar burung dari Desa Banjarsari ini menjadi bukti bahwa usaha lokal, jika dikelola dengan konsisten dan penuh ketekunan, mampu tumbuh menjadi penopang ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Penulis/Editor : Tafaul Azky

Dokumenrasi : Adlan Abraar Sulthani