Intip Rumah Produksi Tahu Patma Langgongsari di Tengah Naiknya Harga Garam

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan proses pengemasan tahu di rumah produksi tahu patma (Foto: Dok. Muhammad Nahdlian)

NEWBMSTV Purwokerto – Siapa yang asing dengan tahu, makanan olahan kacang kedelai yang hampir tiap hari kita jumpai di meja makan rumah hingga warung pinggir jalan. Berpasangan dengan tempe, tahu jelas jadi favorit utama bagi masyarakat luas.

Di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, terdapat sebuah rumah produksi tahu yang mempunyai cita rasa tersendiri. Pabrik tahu milik Rakim Maskur ini telah berdiri sejak empat tahun lalu dan telah menjadi contoh sukses bagi UMKM lainnya.

Rakim mendirikan usaha tahu setelah menyadari ketergantungan warga Langgongsari pada kiriman dari daerah lain. Ia menangkap potensi besar produksi lokal, dan kini bisnisnya tumbuh dengan sangat cepat.

“Ini mulai di Langgongsari itu udah 4 tahun dan pemasarannya lebih fokus ke warung-warung lokal” ujar Rakim.

Meski produksi pabrik tahu rumahan ini terus melonjak sukses, para pengusaha menghadapi tantangan serius berupa krisis air bersih, lonjakan harga garam, serta kesulitan mendapatkan solar untuk operasional harian.

“kendala kami minim air bersih dan harga garam yang sedang naik karena musim penghujan” tambahnya.

Rakim mengeluhkan lonjakan harga garam akibat musim penghujan. Ia menyebutkan, harga normal mencapai Rp60.000 per karung 50 kg, tetapi kini melonjak hingga Rp150.000.

“Kalo target kita tidak ada, cuman kadang kalo ada pesenan bisa sampai 50kg kedelai” ujar Sofiyanto selaku pengrajin tahu di Tahu Patma Langgongsari.

Penulis/Editor : Adnan Bagus
Foto : Dok. Muhammad Nahdlian