Jajanan Pasar Kembang Goyang Bu Mut: Cita Rasa Asli Banyumas yang Tetap Eksis

Manis dan Renyah dari Dapur Tradisional Proses pembuatan kue Kembang Goyang di sebuah dapur sederhana. ( Foto/Dok : Muhammad Nahdlian)

NEWSBMSTV Purwokerto – Di tengah gempuran camilan modern, kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satunya adalah Kembang Goyang Bu Mut, jajanan pasar asli desa Kranggan, Pekuncen, Banyumas. yang dikenal dengan tekstur renyah dan rasa otentiknya. Usaha rumahan ini berhasil mempertahankan resep warisan leluhur sehingga menjadi buruan para pecinta oleh-oleh khas daerah.

Aroma gurih dari adonan tepung beras, gula pasir tepung tapioka, kemiri, wijen menyeruak dari sebuah dapur produksi di sudut Kabupaten Banyumas. Di sana, Titi Jamiati bersama dengan keluarga nya tampak cekatan mencelupkan cetakan besi berbentuk bunga ke dalam adonan putih, lalu memasukannya ke wajan besar berisi minyak panas.

Menurut Titi Jamiati, Kembang Goyang Bu Mut telah berdiri cukup lama, mulai dari tahun 90an hingga saat ini masih eksis dengan pemasarannya yang cukup melesat.

“Tempat ini berdiri sejak tahun 90an dikarenakan dari kesenangan tersendiri melihat saudara membuat jajanan kembang goyang yang enak” ujar Jamiati saat ditemui di rumah produksinya.

Menurut Mutmainah, adik dari Jamiati, Kembang Goyang Bu Mut memiliki ciri khas tersendiri. Menggunakan campuran tepung beras, tepung tapioka, telur, wijen, dan gula asli, jajanan ini menawarkan tekstur yang sangat renyah namun tidak keras.

“Telur dikocok dengan tepung beras tapioka diberi gula, ditambahkan air secukupnya, dan ditaburi wijen lalu digoreng, setelah matang lalu di kemas” ujar Jamiati

Harga kembang goyang di tetapkan per 1 Kg 50 ribu dengan kelezatan dan cita rasa khas tersendiri. Untuk omzet Kembang Goyang Bu Mut berkisar 10-15 juta perbulannya tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, biasanya pemasaran Kembang Goyang Bu Mut di jual melalui sistem pemesanan PO ( Pre Order) atau pesan langsung di tempat. tidak hanya terbatas di pasar tradisional lokal. Kini, camilan ini telah mengisi rak-rak toko oleh-oleh di Purwokerto hingga ke luar daerah seperti Bumiayu melalui pemesanan online.

Tantangan yang sering dialami oleh Titi Jamiati dan keluarga nya dalam memproduksi kembang goyang ini adalah naik turun nya bahan pokok, seperti minyak, gula, tepung, dan bahan yang lainnya.

“Ya minyak, gula, nggih minyak kan lagi naik gula juga naik,” jelas Jamiati.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyumas, Kembang Goyang Bu Mut menjadi alternatif pilihan oleh-oleh selain mendoan atau getuk goreng. Dengan harga yang terjangkau, jajanan ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih mampu bersaing di pasar modern asalkan kualitas dan rasa tetap terjaga.

Penulis/Editor : Adlan Abraar Sulthani