Pedagang Sapi Padati Lapak, Strategi Penjualan Jadi Kunci Tarik Pembeli

Sejumlah pedagang dan calon pembeli melakukan transaksi di tengah kerumunan ternak di Pasar Sapi Pasar Hewan Sokaraja (Foto/Dok: Fazal Muhtadie)

NEWSBMSTV Purwokerto – Pedagang sapi di Pasar Hewan Sokaraja kembali memadati area lapak pada Sabtu 17/1/26, menyusul meningkatnya permintaan hewan ternak dari para pembeli. Para pedagang tampak sibuk menata sapi, membersihkan area lapak sementara, hingga menyiapkan strategi penjualan untuk menarik minat pembeli di tengah ketatnya persaingan pasar. Aktivitas tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menawarkan harga kompetitif, memberikan informasi detail mengenai kesehatan hewan, hingga menunjukkan cara perawatan sapi kepada pembeli.

“jenis sapi yang diperjual belikan jantan dan betina, biasanya betina untuk pedaging, dan jantan untuk persiapan idul adha”, Ujar Abdullah Rizky.

Di antara lapak pedagang, terlihat beragam jenis sapi yang diperjualbelikan, baik jantan maupun betina. Para pedagang menjelaskan bahwa sapi betina umumnya dibeli untuk kebutuhan pedaging karena pertumbuhan bobotnya yang stabil dan perawatannya yang relatif mudah. Sementara itu, sapi jantan lebih banyak diminati untuk persiapan Idul Adha, mengingat posturnya yang besar serta nilai jualnya yang lebih tinggi menjelang musim kurban. Kondisi ini membuat pedagang harus cermat menata strategi penjualan, termasuk memilah jenis sapi sesuai permintaan pasar agar mampu menarik minat pembeli di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurut salah satu pedagang, peningkatan kunjungan pembeli terjadi karena kebutuhan sapi untuk penggemukan dan persiapan permintaan musiman yang mulai naik. Ia menambahkan bahwa pembeli kini lebih selektif dalam memilih sapi, sehingga pedagang harus mampu memberikan transparansi mengenai kondisi hewan, termasuk usia, berat, dan riwayat pakan.

“alhamdulillah capaian kami selama awal tahun ini sudah mencapai target sasaran dengan sapi yang datang itu lebih dari 100 ekor untuk yang pasar sokaraja”, Ujar Muhammad Arief, S.Pt., M.P.

Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan mengungkapkan bahwa capaian penjualan pada awal tahun ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ia menyampaikan rasa syukur karena aktivitas di Pasar Sapi Sokaraja telah mencapai target sasaran, bahkan jumlah sapi yang masuk tercatat lebih dari 100 ekor sapi setiap gelaran pasar. Kondisi ini tidak hanya menandakan meningkatnya minat pembeli, tetapi juga menjadi bukti bahwa strategi penjualan yang diterapkan para pedagang mampu menjaga stabilitas transaksi di tengah dinamika harga dan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Data terbaru dari para pedagang menunjukkan bahwa aktivitas jual-beli di Pasar Sapi Sokaraja terus mengalami peningkatan. Pada minggu pertama tercatat sebanyak 110 ekor sapi masuk, sementara minggu kedua bertambah menjadi 121 ekor, menandakan minat dan kebutuhan pasar yang terus menguat. Dari sisi harga, pedagang menjelaskan bahwa sapi jantan untuk persiapan Idul Adha dibanderol mulai dari Rp17,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas tubuhnya. Adapun sapi betina untuk pedaging berada di kisaran harga Rp15 jutaan, sedangkan sapi bibitan dibeli dengan kisaran Rp10 jutaan. Variasi harga tersebut membuat pembeli memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan, sekaligus menunjukkan stabilnya perputaran ekonomi dalam perdagangan hewan ternak di kawasan tersebut.

Dengan ramainya aktivitas jual-beli, Pasar Hewan Sokaraja hari ini menunjukkan geliat ekonomi yang positif, di mana pedagang berharap tren ini terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Melalui strategi penjualan yang tepat, para pedagang optimis dapat mencapai target penjualan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi lokal.

editor/penulis : Mohamad Hafiz Ulil Arbab
Dokumentasi : Fazal Muhtadie