Keripik Tempe Rumahan Bertahan Sejak 1990, Berkah dari Rajangan Tempe

Proses Tradisional Pembuatan Keripik Tempe yang Higienis (Foto : Dok. Adlan Abraar Sulthani)

NEWSBMSTV Purwokerto – Dari dapur sederhana, usaha snack tempe goreng milik Ibu Nafiatun terus bertahan hingga puluhan tahun. Usaha yang dirintis sejak tahun 1990 ini bermula dari ide sederhana, namun justru menjadi ciri khas yang digemari banyak pelanggan.

Awalnya, Ibu Nafiatun berjualan di Pasar Manis. Saat itu, keripik yang beredar masih berupa keripik dalam kemasan bungkusan. Melihat peluang tersebut, ia mencoba hal berbeda dengan membuat keripik langsung dari tempe yang dirajang sendiri.

“Pertama jualan itu di Pasar Manis, waktu itu belum ada keripik tempe yang kayak sekarang. Terus kepikiran bikin dari tempe langsung yang dirajang. Eh ternyata laku, alhamdulillah banyak yang suka, konsumennya juga makin banyak,” ujar Ibu Nafiatun.

Dalam sehari, produksi tempe goreng yang diolah mencapai sekitar 40 kilogram, dengan perhitungan bahan baku kedelai. Harga bahan baku sendiri cukup fluktuatif, tergantung kondisi pasar.

“Satu bal sekarang harganya sekitar seratus ribu. Nggak tahu besok-besok, kalau bahan bakunya naik ya ikut naik, kalau turun ya ikut turun,” jelasnya.

Untuk pemasaran, Ibu Nafiatun memilih jalur sederhana. Produk snack tempenya diambil langsung oleh sales, tanpa harus turun langsung menjual ke banyak tempat. Dari usaha tersebut, omzet yang dihasilkan berkisar 15 juta rupiah per bulan, dan bisa mencapai 20 jutaan saat penjualan sedang ramai.

Tak hanya menjadi sumber penghasilan, usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu di sekitar. Salah satunya Ibu Sumiati, yang sudah terbiasa mengerjakan berbagai tahapan produksi.

“Di sini nggak ada bagi tugas khusus, semuanya serba bisa. Tergantung siapa yang datang duluan,” kata Ibu Sumiati.

Para pekerja biasanya mulai bekerja sejak pukul 07.00 pagi hingga sekitar pukul 15.00 atau setengah empat sore, tergantung proses produksi hari itu.

“Alhamdulillah kerjanya enak, job-nya bisa semua, dan hasilnya cukup,” tambahnya.

Ke depan, Ibu Nafiatun berharap usaha snack tempe goreng ini bisa terus berjalan, berkembang, dan membawa manfaat.

“Penginnya usahanya terus maju, berkah, dan bermanfaat. Mudah-mudahan nanti walaupun saya sudah nggak ada, tetap ada yang nerusin,” tutupnya.

Penulis/Editor : Tafaul Azky
Dokumentasi : Adlan Abraar Sulthani