Sensasi Baru Purwokerto, Warkop Sentosa Buka 24 Jam

Suasana Warung Kopi Sentosa Menjadi Ruang Berkumpul yang Nyaman (Foto : Dok. Adnan Bagus)

NEWSBMSTV Purwokerto – Di tengah gemerlap kedai kopi modern dengan neon lights dan latte art, Warkop Sentosa hadir membawa angin segar nostalgia dengan konsep “Kembali ke Rumah Nenek”. Dibuka awal Desember 2025 di Jl. Ringin Tirto, Glempang, Bancarkembar, Purwokerto Utara. Kedai kopi ini buka 24 jam penuh dengan konsep unik dan sederhana tanpa embel-embel mewah, tapi bikin pengunjung betah berjam-jam sambil ngopi murah dan ngobrol santai.

Warkop Sentosa sudah menarik perhatian banyak pengunjung, mulai dari para pelajar, mahasiswa, pekerja shift malam, hingga warga lokal yang mencari alternatif nongkrong hemat. Di tengah maraknya kedai kopi modern dengan harga latte art Rp.25-50 ribu dan antrean panjang.

Dengan konsep yang unik seperti suasana kayu sederhana, meja panjang ala dapur nenek, lampu temaram, dan aroma kopi tubruk yang menguar, persis seperti rumah eyang di kampung. Tanpa AC dan barang mewah, tapi justru itulah magnetnya.

Pemilik Warkop Sentosa, Dani, mengungkapkan bahwa konsep “Kembali Ke Rumah Nenek” di buat untuk mengingatkan kembali suasana yang ada di rumah Nenek. Dengan hiasan vintage dan barang antik/kuno, menambah kesan suasana di rumah Nenek yang sebenarnya.

“Konsep nya vintage, jadi konsep yang kita ambil adalah kembali ke rumah nenek, kita ingin memberikan suguhan kepada customer supaya merasakan kembali ke rumah Nenek, dan bisa sambil menikmati camilan seperti di rumah Nenek,” ujar Dani.

Menu yang disediakan juga sangat beragam dengan harga mulai dari Rp. 5-25 ribu, tersedia beberapa macam nasi goreng, pisang goreng, sukun goreng, aneka kopi, jus, susu jahe dan beragam jenis makanan dan minuman yang lainnya.

Salah satu pengunjung Warkop Sentosa, Wulan, memberikan kesan yang baik dengan keunikan dan konsep yang ditampilkan oleh Warkop Sentosa. Wulan juga menambahkan bahwa harga yang di tetapkan tidak mahal dan ramah dikantong pelajar.

“Ya konsep nya sederhana, dan pas di kantong pelajar kaya kita,” ujarnya.

Dengan kesederhanaan dan konsistensi, Warkop Sentosa membuktikan bahwa usaha kecil tetap bisa bertahan di tengah gempuran kedai kopi modern. Selama mampu menjaga kualitas, harga terjangkau, dan kedekatan dengan pelanggan, warkop tradisional masih relevan dan terus hidup di tengah masyarakat.

Penulis/Editor : Muhammad Nahdlian
Foto : Dok. Adnan Bagus