
Aktivitas Tukang Parkir di Pasar Cerme ( Foto : Dok. Mu’afa Faiz Rifa Ulhaq)
NEWSBMSTV Purwokerto – Kehadiran tukang parkir di sudut-sudut jalan Purwokerto, mulai dari kawasan kuliner Grendeng hingga area Gelora Satria, bak pisau bermata dua bagi masyarakat. Di satu sisi, keberadaan mereka sangat membantu menjaga ketertiban dan keamanan kendaraan, terutama di lokasi yang ramai pengunjung. Namun di sisi lain, menjamurnya parkir liar dan penetapan tarif yang tidak sesuai aturan sering kali memicu keresahan bagi pengguna jalan maupun pemilik usaha di sekitarnya.
Bagi sebagian pelaku usaha, tukang parkir yang berdedikasi adalah mitra yang sangat menguntungkan karena membantu kenyamanan pelanggan. Imam, seorang barista di sebuah bar lokal, mengungkapkan kepuasannya terhadap kinerja tukang parkir di tempatnya bekerja.
“Tukang parkir di sini sangat menguntungkan bagi saya dan pelanggan saya, karena mereka benar-benar bekerja, tidak hanya diam saja,” ungkapnya.
Menurutnya, dedikasi tersebut memberikan nilai tambah bagi pengalaman pelanggan yang berkunjung.
Namun, pandangan berbeda muncul dari kalangan mahasiswa yang merasa terbebani dengan kehadiran tukang parkir di tempat-tempat yang seharusnya bebas biaya, seperti toko swalayan. Farhan, seorang mahasiswa Unsoed, menyoroti ketidaktepatan penempatan petugas parkir di beberapa titik.
“Di beberapa tempat mungkin tepat, tapi di tempat lain seperti Indomaret, menurut saya kurang tepat karena mereka sebenarnya sudah membayar retribusi ke Dishub,” keluh Farhan.
Selain itu, ketidakseragaman tarif, di mana tarif motor yang seharusnya Rp1.000 sering kali ditarik Rp2.000, juga menjadi poin keberatan utama.
Keresahan ini bermuara pada harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Banyumas dapat bertindak lebih tegas dalam menata sistem perparkiran. Masyarakat menginginkan adanya aturan yang jelas dan pengawasan ketat terhadap oknum yang menyalahgunakan wewenang atau mematok harga seenaknya.
“Saya berharap besar kepada pemerintah untuk membuat peraturan yang cukup tegas tentang parkir, agar semuanya lebih tertib dan transparan,” pungkas Farhan menutup kegelisahannya.
Penulis/Editor : Muhammad Fawaz Nurfuadi