Pertahankan Konsep Prasmanan, Warung Makan PW Jadi Primadona Mahasiswa di Purwokerto

Pertahankan Konsep Prasmanan, Warung Makan PW Jadi Primadona Mahasiswa di Purwokerto (Foto : Dok. Desmonda Azhar Ramadhan)

NEWSBMSTV Purwokerto – Di tengah naiknya harga berbagai kebutuhan pokok, warung makan dengan harga terjangkau masih menjadi tumpuan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Salah satunya adalah Warung Makan PW yang telah berdiri sejak lama di wilayah Purwokerto, bahkan sudah beroperasi jauh sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Sejak awal berdiri, fleksibilitas dan harga yang bersahabat bagi kantong mahasiswa menjadi kunci utama yang dijaga. Warung ini memberikan kebebasan kepada pembeli untuk mengambil porsi makanan mereka sendiri dengan sistem prasmanan.

“Keunggulannya lebih ke harganya yang terjangkau sesuai kantong mahasiswa. Selain itu, porsinya kita ambil sendiri atau prasmanan, jadi bebas ambil nasi seberapa banyak,” ujar Ata Almuwahid, salah satu pelanggan setia.

Sistem ini sengaja dipertahankan agar para pelanggan, terutama mahasiswa dan santri di sekitar lokasi, merasa puas dan kenyang. Keunikan lain dari Warung Makan PW adalah ragam menunya yang konsisten, dengan menu andalan yang paling banyak dicari adalah telur dadar crispy.

“Kalau menu andalan yang paling laris itu telur dadar crispy. Untuk harga, kalau makan di sini Rp7.000 itu sudah termasuk gratis minum air putih. Kalau dibungkus nasi sayur hanya Rp5.000,” tambah Ibu Ayu selaku pengelola.
Dengan harga yang sangat miring tersebut, pelanggan sudah bisa menikmati hidangan lengkap mulai dari nasi, sayur, hingga lauk pauk seperti ayam bakar. Lokasinya yang strategis di dekat pesantren dan instansi keamanan membuat warung ini tidak pernah sepi pengunjung, baik yang datang langsung maupun melalui pesanan daring.

Meski persaingan kuliner semakin ketat, Warung Makan PW tetap bertahan dengan menjaga kepercayaan pelanggan melalui porsi yang mengenyangkan dan harga yang tetap merakyat, membuktikan bahwa konsep kesederhanaan tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Penulis/Editor : Reza Dwi Zulfikri