Pembukaan Kembali Pasar Kuliner Pratistha Harsa Purwokerto

Sasana Pasar kuliner Pratistha Harsa Setelah Kembali Di Buka Pada Jumat 23 Januari 2026 (Foto/Dokumentasi : Reza Dwi Zulfikri)

NEWSBMSTV Purwokerto – Suasana pagi di Purwokerto kini terasa berbeda dengan dibukanya kembali pasar kuliner pratistha harta yang sempat dinanti oleh warga maupun pedagang. Pak Har, salah satu pedagang Soto Rempah yang sudah berjualan di kawasan tersebut sejak 2013, merasakan optimisme baru dalam momen relaunching ini. Meskipun sempat mengalami masa sepi, pembukaan kembali ini menjadi titik balik baginya untuk menargetkan penjualan hingga 200 porsi sehari. Antusiasme senada datang dari pengunjung seperti Septi, warga Purwokerto Selatan, yang mengaku terkejut melihat keramaian di pagi hari.

“Kesan saya cukup ramai ya, terus habis itu saya juga kebetulan ke sini pagi dan ternyata sudah ramai sekali” ujar Septi saat menyaksikan langsung hari pertama pembukaan tersebut.

Guna merayakan kembalinya aktivitas ekonomi ini, para pedagang menerapkan strategi khusus untuk memikat hati pelanggan. Pak Har, misalnya, langsung memberikan promo potongan harga sebesar 20% untuk seluruh menu soto dan angkringannya. Keberadaan pasar kuliner yang dibuka kembali ini dianggap sebagai solusi praktis bagi warga karena menyediakan beragam pilihan hidangan dalam satu lokasi. Septi menceritakan pengalamannya mencicipi variasi menu mulai dari bubur ayam hingga lontong sayur, sembari mengenang menu mie ayam yang pernah ia coba sebelumnya di tempat yang sama.
Keputusan untuk membuka operasional sejak pagi hari menjadi inovasi strategis dalam pembukaan kembali pasar ini. Pak Har menjelaskan bahwa penambahan waktu dagang di pagi hari adalah upaya untuk mencari celah di tengah kepungan pasar-pasar besar lainnya seperti Pasar Manis, Pasar Pon, dan Menara Teratai yang sangat padat pada malam hari.

“Nek malem kan saingan udah terlalu banyak maka kita buka di pagi hari siapa tahu ada celah di situ” ungkap Pak Har mengenai alasannya beradaptasi dengan waktu operasional baru pasca-relaunching.

Pasar kuliner ini kini diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner baru yang mampu mewadahi berbagai pelaku usaha lokal. Menurut Septi, konsep pasar ini sangat cocok sebagai tempat berkumpul karena kenyamanan dan banyaknya pilihan makanan yang tersedia. Namun, agar momentum pembukaan kembali ini tidak meredup, Septi menyarankan agar pihak pengelola tetap aktif berinovasi.

“Menurut saya sebenarnya mungkin diadakan kayak event-event gitu ya buat menarik pengunjung juga buat datang ke sini,” saran Septi demi menjaga keberlangsungan keramaian pasar di masa depan.

Pembukaan kembali pasar kuliner ini bukan sekadar seremoni, melainkan harapan bagi para pedagang seperti Pak Har untuk terus bertahan dan berkembang. Dengan fasilitas yang lengkap dan dukungan dari masyarakat, pasar ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kuliner di Purwokerto. Seiring dengan doa agar dagangan terus lancar, aroma soto rempah yang mengepul di pagi hari kini menjadi simbol semangat baru bagi geliat ekonomi kota yang kembali bangkit.

Penulis/Editor: Desmonda Azhar Ramadhan