Waspada Bencana, Banjir Bandang Hantam Aliran Sungai Telaga Sunyi Baturaden

Kondisi infrastruktur wisata Telaga Sunyi, Baturaden, yang dipenuhi lumpur. Pengelola menutup area wisata sekitar lima hari untuk proses pemulihan. (Foto : Dok. Fazal Muhtadie)

NEWSBMSTV Purwokerto – Objek wisata alam Telaga Sunyi yang terletak di kawasan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang pada Sabtu (24/1/26). Peristiwa ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet sejak siang hari.

Debit air yang tinggi melimpas melewati bendungan kecil di area wisata tersebut. Arus deras tidak hanya membawa air, tetapi juga menyeret material sampah alami berupa ranting-ranting pohon dan batang kayu. Beberapa material kayu terlihat tersangkut di kaki jembatan penyeberangan yang memiliki pagar pembatas berwarna oranye. Beberapa warga dan pengelola yang berada di lokasi terlihat membantu membersihkan kondisi aliran sungai. Kondisi di sekitar jembatan pun tampak licin karena tertutup lapisan lumpur basah yang terbawa saat air meluap.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak pengelola mengambil langkah tegas dengan menutup sementara objek wisata Telaga Sunyi selama kurang lebih lima hari ke depan. Penutupan ini dilakukan guna memfokuskan upaya pembersihan material lumpur tebal yang menutupi akses jalan dan jembatan, serta memastikan situasi benar-benar aman sebelum wisatawan diizinkan berkunjung kembali.

“ya otomatis kami sementara untuk menutup akses wisata di telaga sunyi karena akibat banjir yang tidak bisa kami prediksi ya kejadian ini mungkin karena curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini diawali kemarin jam kurang lebih 11.00 hujan cukup tinggi sampai sore kemudian sebentar berhenti hujan lagi sekitar 10.00 malam menjelang hingga menjelang pagi dan diprediksi hujan apa banjir ini kurang lebih sekitar 2.00 dini hari”, Ujar Yudi

Bencana banjir yang menerjang kawasan wisata alam Telaga Sunyi meninggalkan dampak kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan. Pihak pengelola mengungkapkan bahwa kerusakan terparah terjadi pada berbagai fasilitas saluran air yang vital, serta terganggunya aksesibilitas jalur di dalam kawasan wisata. Hambatan ini terjadi akibat arus banjir yang membawa material sedimen berupa lumpur tebal dan pasir dalam volume besar, yang akhirnya mengendap dan menutup sebagian besar area permukaan tanah di lokasi tersebut. Dampak sedimentasi ini bahkan mengubah drastis kondisi fisik kolam utama Telaga Sunyi. Area yang sebelumnya merupakan perairan alami dengan kedalaman berkisar antara 3 hingga 5 meter, kini mengalami pendangkalan ekstrem hingga permukaannya menjadi rata tertimbun material tanah, menghilangkan kontur kedalaman alami yang sebelumnya ada.

Terkait dampak finansial, pihak pengelola mengakui belum dapat menaksir angka pasti total kerugian materiil yang dialami. Namun, manajemen memastikan adanya potensi kehilangan pendapatan (lost income) yang signifikan sebagai konsekuensi dari penghentian total aktivitas operasional wisata. Sebagai langkah tanggap darurat, pengelola memutuskan untuk menutup kawasan wisata selama estimasi waktu empat hingga lima hari ke depan. Kurun waktu tersebut dinilai krusial dan akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk proses pemulihan intensif, meliputi pembersihan material sisa banjir, perawatan fasilitas yang terdampak, serta penataan ulang lanskap kawasan agar kembali aman dan layak bagi pengunjung.

“agak cukup kaget ya saya sebenarnya karena saya kan setiap hari di sini tahu banjir banjir paling besar tuh segimana saya tahu gitu makanya tadi pagi saya dapat berita dari yang jaga di sini separah ini saya cukup kaget juga sih gitu”, Ujar Erik.

Editor/Penulis : Mohamad Hafiz Ulil Arbab
Dokumentasi : Fazal Muhtadie