Dua Hari Pasca-Banjir Curug Pinang: Pengelola dan TNI Berjuang Sendirian Membersihkan Puing Puing

Pengelola Dibantu Babinsa Membersihkan Puing Puing Sisa Banjir Yang melanda Kawasan Wisata Air Curug Pinang (foto:Reza)

NEWBMSTV Purwokerto – Wajah asri objek wisata Curug Pinang di Baturraden kini berganti rupa menjadi hamparan lumpur dan puing-puing kayu pasca-terjangan banjir bandang yang terjadi Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kerusakan masif ini membuat sektor ekonomi di kawasan tersebut mati suri, sementara bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilaporkan masih nihil di lokasi kejadian hingga hari kedua proses evakuasi.

Bencana ini tidak hanya menghancurkan fisik bangunan, tetapi juga menyapu bersih taman-taman bunga yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Material sisa banjir yang terdiri dari pasir, lumpur pekat, hingga kayu-kayu gelondongan berukuran besar menimbun aliran sungai dan akses jalan, menciptakan kerugian materiil yang sangat besar bagi pihak pengelola. Penutupan total dilakukan tanpa kepastian kapan wisata bisa kembali beroperasi.

Yani, pengelola Curug Pinang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya respon dari instansi penanggulangan bencana daerah. “Kami memohon kepada dinas terkait untuk memberi bantuan alat agar material di sungai ini cepat terangkat,” ujarnya. Hingga hari kedua pembersihan, pihak pengelola mengaku berjuang sendirian tanpa adanya tindakan nyata atau pengerahan alat berat dari pihak BPBD untuk menangani material yang mustahil dibersihkan hanya dengan tenaga manusia.

Di tengah absennya otoritas terkait, personel Koramil 02 Baturraden bersama para relawan dan warga sekitar menjadi tumpuan utama dalam proses evakuasi. Sugiyanto selaku Babinsa setempat membenarkan bahwa kerja bakti ini murni inisiatif kolaborasi bawah. “Alhamdulillah selama dua hari ini kami membantu bersih-bersih, meski material kayu dan lumpur yang terbawa sangat banyak,” jelasnya.

Kondisi ini memicu kritik mengenai kesiapsiagaan bencana di kawasan wisata prioritas Baturraden. Jika BPBD terus bergeming, pemulihan ekonomi di Curug Pinang diprediksi akan memakan waktu jauh lebih lama. Para pelaku wisata kini mendesak pemerintah tidak hanya hadir saat memungut retribusi, tetapi juga saat bencana melumpuhkan mata pencaharian warga.

Penulis/Editor : Desmonda Azhar Ramadhan/ Reza Dwi Zulfikri