
Antisipasi cuaca buruk pengrajin bata merah siapkan terpal sebagai pelindung di area penjemuran (Foto : Dok. Adlan Abraar Sulthani)
NEWSBMSTV Purwokerto — Musim hujan yang berlangsung hampir setiap hari berdampak signifikan terhadap aktivitas produksi bata merah di sejumlah tempat produksi yang berada di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Curah hujan tinggi membuat proses pengeringan batu bata terhambat, sehingga para pekerja kehilangan momentum produksi yang biasanya menjadi andalan penghasilan mereka.
Dalam proses pembuatan bata merah harus melewati beberapa tahapan, misalnya seperti penyampuran antara tanah dengan pasir, kemudian masuk ke mesin penggilingan untuk dibentuk dan dicetak, setelah itu dijemur di terik sinar matahari, kemudian setelah kering baru dilakukan proses pembakaran agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Di lokasi produksi bata merah yang berada di wilayah pinggiran Purwokerto, tumpukan bata mentah terlihat terpaksa ditutupi plastik. Kondisi tanah yang basah dan minimnya sinar matahari menyebabkan batu bata sulit kering, bahkan berisiko rusak jika terlalu lama terkena air hujan.
Menurut salah satu pekerja bata merah, Wanto, biasanya dalam kondisi cuaca normal, pekerja bisa menghasilkan 5.000-6.000 bata merah per hari. Namun saat musim hujan, jumlah tersebut turun hingga separuhnya.
“Target nya kalo cuaca nya dan tanah nya bagus ya bisa 5-6 ribu, kalo musim hujan ya maksimal 3 ribu an,” ujar Wanto pekerja bata merah.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pekerja yang lainnya, Timan, selain hujan yang menjadi kendala ketika memproduksi bata merah, kendala yang lain seperti kerusakan mesin juga menjadi penghambat dalam proses produksi. Bahkan ketika terkendala mesin rusak, para pekerja juga tidak bisa bekerja.
“Kendala paling mesin rusak, kalo pas diesel nya rusak para pekerja kadang-kadang juga pada ngga mesti ngode (kerja),” ujar Timan.
Meski menghadapi berbagai kendala, para pekerja dan pemilik usaha bata merah di Purwokerto tetap berusaha bertahan. Mereka memanfaatkan waktu ketika hujan reda untuk mencetak bata sebanyak mungkin, sambil berharap cuaca segera membaik.
Penulis/Editor : Muhammad Nahdlian
Foto : Dok. Adlan Abraar Sulthani