
Geliat Daur Ulang Sampah, Memproses Sampah Menjadi Rupiah (Foto/Dok. Reza Dwi Zulfikri)
NEWSBMSTV Purwokerto – Ditengah bisingnya deru mesin penggiling, Sodikin tampak cekatan memilah gunungan sampah yang datang silih berganti. Pria yang baru bekerja hampir satu tahun di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ceria ini menemukan harapan baru setelah sebelumnya sempat tersendat saat bekerja di toko furnitur. Baginya, berhadapan dengan limbah setiap hari bukanlah perkara harga diri, melainkan tentang kerja keras yang nyata.
“Enggak ada masalah (canggung), karena saya biasa kerja keras,” ungkapnya.
Setiap harinya, tantangan terbesar Sodikin adalah berpacu dengan volume sampah yang terus mengalir dari berbagai wilayah di Purwokerto Barat. Setidaknya, sampah dari sekitar 700 kepala keluarga harus tuntas dikelola setiap hari agar tidak terjadi penumpukan yang lebih parah di hari berikutnya.
“Tantangannya paling kalau di bawah sampahnya banyak, itu enggak selesai satu hari, besok menumpuk lebih sulit lagi diolah,” jelasnya.
Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ceria tidak sekadar membuang sampah, melainkan melakukan proses daur ulang yang sistematis. Sampah dipilah berdasarkan jenisnya, mulai dari botol plastik, kardus, hingga buku. Khusus untuk limbah plastik, dilakukan proses penggilingan hingga menjadi bahan baku yang nantinya dikirim ke wilayah Cilacap untuk diolah kembali menjadi produk bermanfaat seperti aspal. Meski belum menghasilkan produk jadi secara mandiri, tempat ini menjadi simpul penting dalam rantai ekonomi sirkular di wilayah tersebut.
Kegiatan operasional yang berlangsung dari pukul delapan pagi hingga empat sore ini juga menjadi tumpuan ekonomi bagi banyak orang. Sodikin menyebutkan bahwa ada sekitar 30 karyawan yang menggantungkan hidup di KSM Ceria ini. Meskipun sering terkendala cuaca, terutama saat musim hujan yang menghambat proses pengangkutan sampah menggunakan armada Tosa milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), semangat kerja para kru tetap terjaga demi kebersihan lingkungan.
Menutup percakapan,Sodikin menaruh harapan besar agar KSM Ceria dapat terus berkembang dan bersinergi dengan masyarakat. Baginya, keberadaan tempat pengolahan ini bukan hanya soal urusan perut, tetapi juga tentang menjaga alam agar tidak tercemar. “Harapan saya yang penting lancar, bisa kerja sama sama masyarakat, jadi yang menganggur bisa masuk sini kerja. Jadi lingkungan kan enggak tercemar,” pungkasnya dengan penuh harap.
Penulis/Editor: Desmonda Azhar Ramadhan
Dokumentasi: Reza Dwi Zulfikri