SEKTOR JASA KEUANGAN DI EKS KARESIDENAN BANYUMAS TUMBUH DAN TERJAGA

Kantor OJK Purwokerto juga telah melaksanakan 116 kegiatan literasi keuangan (Foto: dok OJK Purwokerto)

NEWSBMSTV-Purwokerto. Sampai dengan bulan November 2025, Kantor OJK Purwokerto menilai kondisi sektor jasa keuangan di wilayah eks karesidenan Banyumas tetap terjaga stabil dan bertumbuh. Hal ini digambarkan melalui sejumlah indikator keuangan yang menunjukkan tren positif, terutama di sektor perbankan di tengah masih tingginya ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global.

Sampai dengan akhir November 2025, kinerja perbankan baik bank umum dan BPR/S dari sisi Aset dan DPK di eks Karesidenan Banyumas mencatatkan pertumbuhan positif masingmasing tumbuh sebesar 4,78% (yoy) dan 5,49% (yoy), sedangkan kredit sedikit mengalami kontraksi sebesar 0,21% (yoy).

Kinerja perbankan didukung oleh kinerja bank umum di wilayah kerja Kantor OJK Purwokerto yang mengalami peningkatan tercermin dari pertumbuhan Aset dan DPK masingmasing sebesar 3,97% (yoy) dan 6,27% (yoy), sedangkan kredit sedikit mengalami kontraksi sebesar 0,21% (yoy). Sementara itu, perkembangan kinerja BPR/S di wilayah kerja Kantor OJK Purwokerto per November 2025, Aset, DPK dan kredit sedikit mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,71% (yoy), 0,66% (yoy) dan 2,73% (yoy), dengan NPL masih tergolong tinggi sebesar 22,31% yang disebabkan oleh dampak normalisasi kredit restrukturisasi Covid-19 dimana BPR/S harus menyesuaikan kualitas portofolio kredit restrukturisasi stimulus Covid-19 yang berdasarkan hasil assessment tidak dapat bertahan.

Berdasarkan sebaran portofolio, penyaluran kredit/pembiayaan yang dilakukan oleh BPR/S di wilayah kerja Kantor OJK Purwokerto masih didominasi oleh kredit produktif, khususnya pada portofolio kredit modal kerja dengan pangsa mencapai 54%. Kredit/pembiayaan tersebut juga sebagian besar disalurkan pada segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan pangsa sebesar 60% dari total penyaluran kredit/pembiayaan pada posisi November 2025 dengan sebaran portofolio penyaluran kredit/pembiayaan paling besar yaitu pada sektor Bukan Lapangan Usaha, sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta sektor konstruksi

Jumlah investor saham dan reksadana di wilayah kerja Kantor OJK Purwokerto sampai dengan bulan Agustus 2025 mengalami peningkatan yaitu sebesar 27,93% (yoy) untuk investor saham dan 22,57% (yoy) untuk investor reksadana. Kenaikan jumlah investor tersebut diikuti dengan peningkatan nilai transaksi sebesar Rp1.470 miliar (116,51%), yang didominasi oleh investor berusia muda dengan rentang usia 21 s.d 30 tahun.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di wilayah eks Karesidenan Banyumas, mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 3,19% dan Kredit sebesar 20,15%, sedangkan total asset sedikit mengalami kontraksi sebesar 3,15%. Sementara itu, jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh industri Perusahaan Pembiayaan meningkat dengan total pembiayaan yang disalurkan pada Oktober 2025 mencapai sebesar Rp4.047 miliar dengan porsi penyaluran terbesar pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor dengan share sebesar 22%. Pada industri asuransi khususnya Industri asuransi jiwa dan asuransi umum (Konvensional) di wilayah eks Karesidenan Banyumas mencatatkan penurunan premi sebesar 26,41% (yoy) menjadi Rp398,78 miliar.

Sejak awal Januari hingga 31 Desember 2025, pelayanan konsumen Kantor OJK Purwokerto telah menerima 1.124 pengaduan konsumen jasa keuangan dan 12.258 permintaan laporan Informasi Debitur/Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) melalui website idebku.ojk.go.id. Pengaduan yang dilakukan didominasi oleh hal-hal terkait SLIK, Rekstrukturisasi kredit, agunan, dan pelunasan kredit serta pelayanan PUJK. Selain memberikan pelayanan konsumen, Kantor OJK Purwokerto juga telah melaksanakan 116 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau 144.773 orang dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat antara lain pelaku UMKM, santri pondok pesantren, pengelola/ pengusaha pariwisata, pelajar/mahasiswa, disabilitas pelaku UMKM dan ibu-ibu. Kantor OJK Purwokerto senantiasa mencermati perkembangan kinerja sektor keuangan tetap terjaga dan stabil. Pada saat yang sama OJK bersama dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya serta para stakeholder akan tetap bersinergi dalam upaya menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global maupun domestik yang dapat berpotensi mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan.

Penulis /Editor: Ari Nugroho