Mitra Prawita Gelar Panen Bulanan: Komitmen Menyediakan Madu Berkualitas di Tengah Maraknya Madu Oplosan

Petugas bersama peternak melakukan panen madu Klanceng menggunakan alat khusus di tempat budidaya, dengan tetap menerapkan prosedur kebersihan untuk menjaga kualitas dan keamanan hasil produksi (Foto : Dok. Muhammad Nahdlian)

NEWSBMSTV Purwokerto – Di tengah maraknya peredaran madu sirupan atau oplosan di pasaran, aspek kemurnian menjadi barang mewah bagi konsumen. Menjawab tantangan tersebut, Mitra Prawita, salah satu produsen madu terkemuka, kembali menggelar panen bulanan dengan standar operasional yang ketat untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga ke tangan pelanggan.

Kegiatan panen yang berlangsung pada Sabtu, 31/01/26 ini dilakukan di area peternakan lebah binaan Mitra Prawita di Desa Langgongsari, Kec Cilongok, Banyumas. Dalam proses panen kali ini Mitra Prawita telah berkolaborasi dengan Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, yang bertugas mengawasi langsung jalannya proses pemanenan dari awal hingga akhir.

Firman Fuadi S.Hut. selaku perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah wilayah 6, yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, mengatakan bahwa di desa Langgongsari mengembangkan kemitraan antara KTH petani muda Prawita Darma Kradenan bermitra dengan KTH Langgongsari, dan dalam bentuk kemitraannya untuk memeliharakan dan panen, penjualan hasil madu.

Peternakan madu Mitra Prawita ini tercatat ada 4 macam jenis lebah madu. dari leviset lokal, klanceng itama temanggung, klanceng biroi sulawesi, dan klanceng terminata lokal jawa.

Menurut Firman, panen hari ini tercatat hanya 2 jenis lebah madu yaitu klangceng itama dan klanceng biroi. dengan jenis tersebut siap di distribusikan kepada pembeli.

“Hari ini panen 1 koloni jenis klanceng itama yang menghasilkan 900 gram lalu yang kedua dengan jenis klanceng biroi dari 2 koloni atau dua kotak mengahasilkan 1000 gram sama dengan 1 Kg, jadi dari masing masing jenis tersebut memiliki hasil panen kurang lebih 2 bulan,” ujar Firman selaku perwakilan CDK Provinsi Jawa Tengah.

Hasil panen kali ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan, Madu hasil panen ini nantinya akan segera didistribusikan melalui jaringan kemitraan resmi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Salah satu Mitra yang bekerja sama dengan Prawita di KTH Langgongsari, Anjar Wahyudi, mengatakan bahwa KTH Langgongsari telah bermitra dengan KTH petani muda darma kradenan sejak tahun 2021. hingga saat ini di desa Langgongsari sendiri terdapat beberapa titik budidaya lebah madu.

“disini ada 7 titik lokasi, jadi total ada 55 koloni untuk yang jenis itama, ada lagi yang jenis biroi dan terminata baru ujicoba di wilayah kami. “ujar Anjar selaku pemilik mitra”.

Dengan kegiatan panen yang terencana dan diawasi secara ketat, Mitra Prawita tidak hanya berkomitmen untuk menyuplai madu berkualitas tinggi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui kemitraan dengan petani. Keberhasilan panen kali ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan produksi madu yang murni dan berkelanjutan.

Editor/Penulis : Adlan Abraar Sulthani