Merintis Usaha Madu Alami, Ketekunan Peternak Lebah Lokal Berbuah Manis

Seorang peternak lebah memeriksa kotak sarang lebah tanpa sengat di area budidaya, sebagai bagian dari perawatan dan pemantauan produksi madu yang bernilai ekonomi serta ramah lingkungan (Foto : Dok. Fazal Muhtadie)

NEWSBMSTV Purwokerto- Di tengah maraknya produk pangan olahan pabrikan, Kelompok Peternak Lebah Prawita yang berada di Desa Ajibarang, Kabupaten Banyumas, berhasil mempertahankan usaha madu alami berbasis budidaya lebah yang ramah lingkungan. Usaha yang dirintis sejak tahun 2015 lalu ini sekarang mulai dikenal luas, bukan hanya oleh masyarakat lokal tetapi juga di luar wilayah Banyumas.

Kelompok Prawita mengelola peternakan lebah dengan memanfaatkan lingkungan alam sekitar yang masih asri. Berawal dari skala kecil, usaha ini kini dikenal masyarakat sebagai produsen madu alami yang mengutamakan kualitas dan keaslian produk.

Prawita sendiri merupakan sebuah kelompok yang melakukan budidaya dan ternak lebah yang terkenal di Banyumas. Prawita sudah berdiri hampir 10 tahun lebih yang dipimpin oleh Teguh Waluyo warga Desa Ajibarang, hingga saat ini di Banyumas sendiri kurang lebih ada 30 mitra yang bekerja sama dengan Prawita, jumlah tersebut belum termasuk mitra yang berada di luar Banyumas dan di luar Jawa.

Menurut pemilik kelompok Prawita, Teguh, di tempat nya sendiri terdapat beberapa jenis lebah, mulai dari yang bersengat dan tidak bersengat. Namun dari kedua jenis tersebut masih ada turunan nya lagi, dan lebah yang khas dari Banyumas adalah lebah klanceng.

“kita itu budidaya dua jenis ya lebah bersengat dan tidak bersengat, tapi dari lebah tidak bersengat sendiri juga ada beberapa jenis lagi seperti yang tadi ini dresscheri ya salah satu klanceng khas Banyumas gitu,” jelas Teguh.

Dalam proses budidaya lebah tentunya ada kendala yang dihadapi oleh Teguh, salah satu nya yang disampaikan oleh Teguh yakni pada tahun 2015 pernah mengalami masa paceklik dan mengalami masa penurunan 50-60 persen. Menurut Teguh tantangan yang paling besar bagi para pembudidaya khususnya lebah yakni adalah konsistensi dan juga terkait dengan pemasaran, karena harus bersaing dengan madu-madu campuran atau dari pabrik madu yang lainnya.

Teguh Waluyo berharap kedepannya nanti, dengan adanya Prawita ini bisa membantu mencukupi kehidupan keluarga nya, mitra, binaan, dan anggota kelompok. Karena hal tersebut sesuai dengan makna dari prawita sendiri yakni “menghidupi”, sehingga prawita hadir agar bisa membantu semuanya.

“Harapannya kita sesuai dengan makna prawita yakni menghidupi, harapan nya bisa menghidupi keluarga, mitra, binaan, kelompok, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar pemilik Prawita, Teguh.

Keberadaan usaha madu alami Prawita menunjukkan bahwa sektor peternakan lebah memiliki prospek yang menjanjikan. Dengan ketekunan dan komitmen untuj menjaga kualitas, peternak lebah lokal Banyumas mampu bersaing dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah.

Penulis/Editor : Muhammad Nahdlian