SMP Telkom Purwokerto Luncurkan Film AI “Jejak Cahaya dari Timur”, Angkat Babad Baturraden dari Perspektif Baru

Film ini mengisahkan sejarah Baturraden melalui perspektif Syekh Maulana Maghribi, dengan arahan cerita dari sejarawan Banyumas Sugeng Priyadi dan budayawan Ahmad Tohari (Foto: Ilustrasi)

NEWSBMSTV_BANYUMAS — Inovasi kreatif berbasis teknologi kembali hadir dari dunia pendidikan. SMP Telkom Purwokerto tengah memproduksi film animasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berjudul “Jejak Cahaya dari Timur”, yang mengangkat kisah Babad Baturraden dari sudut pandang yang berbeda.

Film ini mengisahkan sejarah Baturraden melalui perspektif Syekh Maulana Maghribi, dengan arahan cerita dari sejarawan Banyumas Sugeng Priyadi dan budayawan Ahmad Tohari.

Kepala SMP Telkom Purwokerto, Widyatmoko, mengatakan bahwa di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, budaya lokal menghadapi tantangan sekaligus peluang baru.

Menurutnya, generasi muda saat ini cenderung lebih mengenal budaya luar. Oleh karena itu, film ini diharapkan menjadi karya edukatif, inspiratif, sekaligus sarana pelestarian budaya lokal.

“Film ini juga memperkenalkan dan melestarikan kisah Babad Baturraden dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi sebagai alternatif narasi sejarah yang jarang diangkat, sekaligus menyampaikan nilai iman, kesetiaan, dan pengabdian,” ujarnya.

Film ini disutradarai oleh Deuis Nur Astrida, dengan dukungan tim kreatif yang menggarap visual animasi berbasis AI, editing, hingga musik. Rencananya, film akan diluncurkan pada 5 Mei mendatang di Gedung Arpusda Banyumas.

Deuis menjelaskan, penggunaan teknologi AI dalam produksi film ini bertujuan untuk membuka peluang baru dalam industri kreatif, sekaligus mempermudah penyebaran konten budaya dan sejarah kepada masyarakat luas.

“Pemanfaatan AI memungkinkan produksi yang lebih efisien, kreatif, dan adaptif, sehingga cerita sejarah seperti Babad Baturraden bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Dalam proses produksi, tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui instansi terkait, guna memastikan akurasi dan nilai budaya dalam film tetap terjaga.

Film “Jejak Cahaya dari Timur” sendiri dibuat dalam rangka peringatan 10 tahun SMP Telkom Purwokerto, dan dipersembahkan untuk masyarakat Banyumas.

Salah satu bagian penting dalam film ini adalah kisah babad alas, yang menceritakan awal mula terbentuknya kawasan Baturraden. Berbeda dari cerita populer tentang Batur dan Raden, versi ini menghadirkan sudut pandang yang lebih jarang diangkat.

Dengan pendekatan baru tersebut, film ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan identitas budaya Baturraden sebagai salah satu kawasan yang kaya akan cerita rakyat di Banyumas.

Penulis/Editor: Ari Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *