Dukung Program Kemenag, UIN Saizu Cetak ASN Smart dan Moderate Lewat Workshop Kebangsaan

Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam membangun wawasan kebangsaan dan moderasi beragama sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.(Foto: Istimewa)

NEWSBMSTV-PURWOKERTO – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam membangun wawasan kebangsaan dan moderasi beragama sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melalui Pusat Moderasi Beragama UIN Saizu di Ruang Sidang Terbuka Gedung Pascasarjana, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua tokoh nasional, yakni Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, Prof. Muhammad Ali Ramdhani, serta Penasihat Ahli Menteri Agama RI, Prof. Nur Syam. Workshop dibuka langsung oleh Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, dan diikuti pimpinan universitas, jajaran LPPM, tenaga kependidikan, serta peserta Focus Group Discussion (FGD) Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama.

Dalam sambutannya, Prof. Ridwan mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama sekaligus sivitas akademika UIN Saizu.

“Kita berharap kegiatan ini benar-benar memberikan dampak nyata, memberikan manfaat khususnya bagi peningkatan literasi sekaligus memperkuat kesadaran kita mengenai makna wawasan kebangsaan, wawasan keislaman, serta cara pandang dalam beragama yang moderat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Prof. Muhammad Ali Ramdhani dan Prof. Nur Syam merupakan kesempatan berharga karena keduanya memiliki pengalaman panjang dalam merumuskan kebijakan pendidikan Islam dan moderasi beragama di tingkat nasional. Selain dikenal sebagai akademisi, kedua narasumber juga pernah menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.

Prof. Ridwan menjelaskan, Prof. Nur Syam sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Pendidikan Islam sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Agama periode 2014–2018 dan kini menjadi Penasihat Ahli Menteri Agama. Sementara Prof. Muhammad Ali Ramdhani meniti karier melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sebelum menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama pada periode 2023–2024 dan saat ini memimpin Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama.

“Ini merupakan keberkahan bagi kita semua karena memperoleh penguatan wawasan langsung dari dua tokoh yang sangat memahami kebijakan moderasi beragama sekaligus perjalanan pendidikan Islam di Indonesia,” katanya.

Dalam pidato pembukaannya, Prof. Ridwan menegaskan bahwa pelaksanaan workshop tidak sekadar memenuhi agenda kelembagaan, tetapi juga memiliki dimensi religius dan kelembagaan. Dari sisi keagamaan, moderasi beragama merupakan implementasi ajaran Islam yang berlandaskan konsep ummatan wasathan, yakni sikap adil, seimbang, dan mengambil jalan tengah dalam kehidupan beragama.

“Menjadikan Islam sebagai perspektif hidup yang moderat merupakan tugas keagamaan. Secara teologis, hal itu merupakan perintah ilahiah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, moderasi beragama juga menjadi program prioritas Kementerian Agama yang harus diimplementasikan seluruh institusi di bawah naungannya.

Prof. Ridwan juga memperkenalkan konsep Smart and Moderate sebagai profil ASN yang terus dibangun di lingkungan UIN Saizu. Menurutnya, ASN yang smart tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta transformasi digital.

“ASN Kementerian Agama harus kompeten, profesional, dan adaptif. Ketiga hal itu menjadi indikator utama ASN yang smart,” tegasnya.

Sementara karakter moderate diwujudkan melalui sikap keberagamaan yang toleran, inklusif, menghormati budaya lokal, serta memiliki komitmen kuat menjaga persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Moderat berarti memiliki cara pandang keagamaan yang toleran, inklusif, menghormati budaya lokal, serta menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati,” ujarnya.

Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UIN Saizu memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjadi teladan dalam penerapan moderasi beragama. Menurut Prof. Ridwan, kampus harus mampu menjadi laboratorium sosial yang melahirkan kehidupan akademik yang inklusif, damai, dan menghargai keberagaman melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa penguatan moderasi beragama tidak cukup diwujudkan melalui slogan semata, melainkan harus dibangun melalui peningkatan literasi, pemahaman, dan praktik kehidupan beragama yang benar. Karena itu, seluruh peserta diminta memanfaatkan workshop untuk memperdalam pemahaman mengenai moderasi beragama dan implementasi kebijakan nasional Kementerian Agama.

Workshop Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama RI. Melalui kegiatan yang digagas LPPM bersama Pusat Moderasi Beragama tersebut, kampus berharap dapat melahirkan ASN, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi agen perdamaian, perekat persatuan bangsa, serta teladan dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat.

Penulis/Editor: Ari Nugroho