
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Aswin Gantina pada kegiatan Bincang BI Bersama Media (BBM) di Purwokerto, Senin (24/8/2026).(Foto: Ari Nugroho)
BMSTVNEWS-PURWOKERTO – Perekonomian wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara menunjukkan tren pertumbuhan positif dan akseleratif pada paruh pertama 2026.
Peningkatan konsumsi rumah tangga, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), stimulus pemerintah, hingga berlanjutnya proyek strategis daerah menjadi sejumlah faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan penguatan ekonomi Banyumas Raya ditopang sejumlah sektor unggulan, terutama industri pengolahan, pertanian, dan konstruksi.
Berdasarkan catatan KPwBI Purwokerto, Kabupaten Cilacap menjadi daerah dengan pangsa ekonomi terbesar di Banyumas Raya, yakni mencapai 49,2 persen. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Cilacap tumbuh sebesar 6,57 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Sementara Kabupaten Banyumas memiliki pangsa ekonomi sebesar 27,5 persen dengan pertumbuhan mencapai 6,35 persen.
Adapun Kabupaten Purbalingga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen, sedangkan Banjarnegara tumbuh 5,32 persen.
Inflasi Terkendali, Purwokerto dan Cilacap Alami Deflasi
Pertumbuhan ekonomi tersebut juga diiringi dengan kondisi inflasi yang relatif terkendali.Pada Juli 2026, Purwokerto dan Cilacap bahkan mengalami deflasi secara month to month (mtm), masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,06 persen.
Aswin menyebut kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi melimpahnya pasokan pangan dari hasil panen raya.
“Penguatan ekonomi Banyumas Raya ini didorong oleh sektor-sektor unggulan seperti industri pengolahan, pertanian, hingga konstruksi yang terus bergeliat. Di sisi lain, laju inflasi daerah pada Juli 2026 juga sangat terkendali, bahkan Purwokerto dan Cilacap mengalami deflasi mtm masing-masing sebesar -0,05 persen dan -0,06 persen akibat melimpahnya pasokan pangan hasil panen raya,” kata Aswin dalam kegiatan Bincang BI Bersama Media (BBM) di Purwokerto, Senin (24/8/2026).
Transaksi QRIS Banyumas Raya Tembus Rp11,64 Triliun
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah, digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga terus berkembang.
Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 639.643 merchant QRIS di wilayah Banyumas Raya.
Volume transaksi QRIS mencapai 153,94 juta transaksi, dengan akumulasi nilai transaksi menembus Rp11,64 triliun.
Pertumbuhan transaksi digital tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran nontunai oleh masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Banyumas Raya.
Sementara dari sisi pengelolaan uang kartal, Bank Indonesia mencatat net inflow sebesar Rp3,96 triliun.
Angka tersebut berasal dari arus uang masuk atau inflow sebesar Rp8,828 triliun dan arus uang keluar atau outflow sebesar Rp4,865 triliun.
Bank Indonesia juga terus mengedukasi masyarakat melalui gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.
Masyarakat diingatkan untuk menjaga kondisi fisik uang Rupiah melalui prinsip “Ingat 5 Jangan”, yakni jangan dilipat, jangan diremas, jangan dicoret, jangan ditinggal atau terkena air, dan jangan distapler.
BI Purwokerto Siapkan SELARAS 2026
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi dan digitalisasi sistem pembayaran, KPwBI Purwokerto juga akan menggelar SELARAS (Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas) x Festival Literasi 2026.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 4–6 September 2026 di Area Parkir Kolam Retensi Purwokerto.
SELARAS 2026 merupakan bagian dari rangkaian Road to FESyar Jawa & ISEF 2026 dengan mengusung tema “Sinergi dan Transformasi Digital Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Mengakselerasi Perekonomian Banyumas Raya yang Berkelanjutan.”
Sejumlah kegiatan akan digelar selama tiga hari. Di antaranya Semaan Qur’an, Final Lomba Dakwah Eksyar, Seminar Pembiayaan Syariah, Tabligh Akbar, Final Creathon Purwokerto, talkshow usaha syariah, modest fashion show, hingga seminar pariwisata ramah muslim.
Pengunjung juga dapat menikmati Bazaar Buku “Jelajah Literasi”, ZISWAF Corner, Halal UMKM Expo, serta peresmian Zona KHAS atau Kuliner Halal, Aman, dan Sehat.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia berharap penguatan ekonomi syariah, literasi, digitalisasi, dan UMKM halal dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis/Editor: Ari Nugroho