Mandiri Laras, Menjaga Autentisitas Nada di Tengah Modernisasi

Pemilik Sedang Menunjukan Hasil Karya Seni Angklungnya (Foto : Dok. Mu’afa Faiz Rifa Ulhaq)

NEWSBMSTV.Purwokerto – Di sebuah bengkel sederhana yang terletak di Desa Kemutug Lor, bengkel tersebut dipenuhi potongan bambu dan aroma kayu, deretan instrumen musik tradisional tersusun rapi menunggu sentuhan akhir. Tempat ini adalah Mandiri Laras, sebuah ruang kreatif di mana bambu-bambu pilihan disulap menjadi angklung, calung, hingga kolintang dengan kualitas suara yang presisi. Setiap bilah bambu yang dipotong dan dihaluskan bukan sekadar benda mati, melainkan calon pembawa melodi yang akan memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke telinga dunia.

​Dedikasi Tegar dalam melestarikan alat musik bambu ini tidak main-main. Di balik kesederhanaan bengkelnya, Mandiri Laras telah menjadi pusat edukasi sekaligus produksi yang menjaga pakem nada-nada tradisional tetap autentik. Dengan ketelitian tinggi, Tegar memastikan setiap instrumen memiliki resonansi yang sempurna, menjadikan Mandiri Laras sebagai rujukan bagi para kolektor maupun instansi pendidikan yang ingin memiliki alat musik bambu berkualitas tinggi.

​Gaung melodi dari Mandiri Laras kini telah melampaui batas-batas desa, bahkan menembus pasar internasional. Berkat promosi melalui media sosial dan platform daring, karya-karya dari bengkel ini telah dikirim ke berbagai negara, membuktikan bahwa instrumen tradisional memiliki daya tarik universal.

“Kemarin baru sekitar setengah bulanan lah ke Amerika, kalau tiga tahun yang lalu ke Jerman,” ujar Tegar.

​Bagi Tegar, Mandiri Laras bukan sekadar bisnis, melainkan misi budaya untuk menjaga agar kesenian tradisional tidak luntur ditelan zaman. Ia percaya bahwa dengan terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi, alat musik bambu akan selalu relevan di setiap era.

“Intinya sih buat nguri-uri (melestarikan) kesenian, biar tetap ada sampai ke luar negeri juga,” pungkas Tegar dengan nada penuh optimisme.

Penulis/Editor : Muhammad Fawaz Nurfuadi