
Sebanyak 250 peserta yang terdiri dari guru pendamping serta perwakilan siswa SMA, SMK, MA dan sederajat se-Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan OJK Goes to School.(foto: Dok OJK Purwokerto)
NEWSBMSTV-BANYUMAS – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas dan sejumlah Lembaga Jasa Keuangan menggelar OJK Goes to School di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang diperingati setiap 20 Agustus. Tahun ini, HIM mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” dengan subtema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan.”
Sebanyak 250 peserta yang terdiri dari guru pendamping serta perwakilan siswa SMA, SMK, MA dan sederajat se-Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan tersebut.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi pelaksanaan OJK Goes to School yang dinilai penting untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak usia sekolah.
Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR, menurutnya, menjadi salah satu upaya membentuk kebiasaan menabung sekaligus mendorong pelajar agar disiplin, mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Sadewo juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, OJK, TPAKD, lembaga pendidikan dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Sementara itu, Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengatakan, literasi keuangan memiliki peranan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan layanan keuangan digital.
Pelajar diharapkan tidak hanya mampu mengelola uang dengan bijak, tetapi juga memahami produk dan layanan jasa keuangan serta mampu menghindari penipuan dan investasi ilegal.
Dinavia mengingatkan para pelajar untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk maupun berinvestasi.
Di tengah maraknya media sosial, generasi muda juga dihadapkan pada gaya hidup FOMO atau Fear of Missing Out dan YOLO atau You Only Live Once. Karena itu, pelajar didorong lebih bijak menentukan prioritas dan memilih pengalaman yang sesuai dengan tujuan hidup.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), indeks literasi keuangan meningkat dari 66,64 persen pada 2025 menjadi 69,57 persen pada 2026. Sementara indeks inklusi keuangan naik dari 92,74 persen menjadi 93,61 persen.
Selain edukasi keuangan, kegiatan juga diisi dengan kualifikasi Clash of Financial Genius (CoFG) yang nantinya akan dikompetisikan pada puncak Hari Indonesia Menabung di Kantor OJK Purwokerto, 27 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah Lembaga Jasa Keuangan juga memberikan dukungan berupa sarana prasarana pendidikan dan beasiswa bagi pelajar di berbagai sekolah di Banyumas.
Bantuan antara lain diberikan oleh BPD Jateng, Bank BTN, Bank Syariah Indonesia, Bank BRI, BPR BKK Purwokerto, BPR Gunung Slamet serta BPR BKK Jateng Cabang Banyumas.
Melalui rangkaian kegiatan ini, OJK Purwokerto berharap literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar semakin meningkat, sehingga generasi muda Banyumas mampu mengelola keuangan secara cerdas sekaligus terlindungi dari berbagai risiko keuangan.
OJK Purwokerto juga berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
Penulis/Editor: Ari Nugroho